Petugas Lapas Kuningan Simulasi Penanganan Kebakaran

oleh -23 views
simulasi-kebakaran2
Petugas Lapas Kelas IIA Kuningan menggandeng UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan menggelar pelatihan simulasi penanganan kebakaran untuk mencegah musibah kebakaran terjadi di dalam lapas maupun lingkungan masyarakat, Selasa (25/6). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Petugas Lapas Kelas IIA Kuningan menggandeng UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan menggelar pelatihan simulasi penanganan kebakaran untuk mencegah musibah kebakaran terjadi di dalam lapas maupun lingkungan masyarakat, Selasa (25/6).

Bertempat di Aula Lapas Kuningan, kegiatan pelatihan penanganan kebakaran dibagi dalam dua sesi. Yang pertama, para petugas Lapas mendapatkan materi tentang dasar-dasar hukum proteksi kebakaran dan tips penanganan kebakaran secara manual dilanjutkan simulasi penanganan kebakaran secara tradisional dan juga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dilaksanakan di luar ruangan.

Di sesi pertama, Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti memberikan contoh teknik sederhana menangani kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran tabung gas. Selain itu, Khadafi juga membagikan tips dan trik menggunakan tabung gas sehingga tidak sampai berisiko terjadi kebakaran.

“Yang pertama pastikan keberadaan tabung gas jangan disimpan di kolong dapur yang pengap dan pastikan menggunakan selang regulator yang panjang. Biarkan tabung gas disimpan di ruang terbuka dan dekat dengan ventilasi udara. Cara ini cukup ampuh untuk mencegah kebakaran jika terjadi kebocoran gas, dan juga mudah penanganannya jika terjadi kebakaran,” papar Khadafi.

Selanjutnya para pegawai lapas juga diajarkan teknik pemadaman api secara manual menggunakan karung basah dan juga alat pemadam api ringan (APAR) di luar ruangan. Dengan mengenakan pakaian anti api milik Damkar Kuningan, satu per satu pegawai Lapas mempraktikkan pemadaman api yang berkobar di dalam tong menggunakan dua metode atas petunjuk dan arahan petugas Damkar. Tak terkecuali Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Samsul Hidayat yang turut hadir dalam kegiatan pelatihan simulasi tersebut ikut mempraktikkan memadamkan api.

“Ternyata tabung gas tidak menakutkan seperti yang selama ini banyak dibicarakan. Dengan teknik sederhana, ternyata kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran tabung gas bisa dilakukan dengan mudah,” ungkap Samsul kepada Radar.

Samsul mengatakan, kegiatan pelatihan simulasi ini merupakan salah satu kegiatan Lapas Kuningan dalam rangka mencegah gangguan keamanan akibat kebakaran baik di lingkungan kantor maupun di tempat tinggal pegawai. Kegiatan pelatihan, kata Samsul, kali ini diikuti oleh separuh pegawai Lapas yang ada untuk kemudian kegiatan serupa akan dilaksanakan pada hari berikutnya untuk pegawai yang belum.

“Gangguan keamananan kebakaran, tidak hanya untuk kepentingan kantor namun juga untuk antisipasi di rumah. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan penanganan kebakaran ini akan dilaksanakan dua kali agar seluruh pegawai bisa mendapatkannya,” ungkap Kalapas.

Dari kegiatan pelatihan tersebut, Samsul mengatakan, pihaknya berharap Lapas Kuningan terhindar dari gangguan keamanan akibat kebakaran seperti yang pernah terjadi di beberapa Lapas di Indonesia. Dengan berbekal teknik penanganan yang sudah didapat dari petugas Damkar Kuningan, kata dia, para petugas Lapas diharapkan bisa mengatasi kebakaran yang terjadi baik yang disengaja maupun tidak.

“Selain itu kami tetap menerapkan aturan larangan bagi para penghuni Lapas untuk membawa barang-barang yang berpotensi memicu kebakaran seperti korek api dan razia rutin tetap menjadi prioritas kami. Kami juga telah berencana melakukan MoU dengan UPT Damkar Satpol PP Kuningan untuk memberikan pelatihan serupa untuk warga binaan Lapas Kuningan dalam waktu dekat,” ungkap Samsul.

Sementara itu Kasatpol PP Indra Purwantoro mengapresiasi inisiatif Lapas Kuningan mengadakan pelatihan simulasi penanganan kebakaran tersebut dan patut menjadi contoh bagi institusi lain. Menurut Indra, pelatihan ini akan sangat bermanfaat sebagai langkah awal untuk penanganan kebakaran sehingga tidak sampai menimbulkan kerugian materil lebih besar bahkan mencegah adanya korban jiwa.

“Sesuai instruksi Pak Bupati, kami sudah melayangkan surat edaran kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta agar menyelenggarakan pelatihan penanganan kebakaran. Ternyata instansi yang baru merespons baru dari Lapas Kelas II A Kuningan ini. Ini patut diapresisi dan saya harapkan bisa diikuti oleh instansi lainnya,” ungkap Indra.

Materi yang diberikan, kata Indra, adalah hal dasar penanganan kebakaran mulai dari hal sederhana seperti akibat kebocoran gas, teknik pemadaman secara tradisional menggunakan karung basah dilanjutkan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Dengan cara ini, kata Indra, diharapkan bisa meminimalisir risiko kebakaran terutama pada saat musim kemarau seperti sekarang.

“Karena jika dalam kurun waktu 15 menit api tidak bisa tertangani, maka bisa dipastikan kebakaran sudah sulit dikendalikan seluruh material akan habis terbakar. Dengan adanya pelatihan ini, minimalnya bisa menjadi bekal peserta jika menghadapi situasi kebakaran bisa segera dicegah sejak dini,” ungkapnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *