Kantor Desa Palir Kemalingan Dua Kali, Pelakunya Masih Sama

oleh -30 views
Kuwu Desa Palir, Durakman menunjukkan pintu yang dicongkel, kepada Kapolsek Kedawung Kompol Tutu Mulyana. FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON–Lagi! Untuk yang kedua kalinya di tahun 2019, kantor Desa Palir, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon dibobol maling. Sebelumnya, kemalingan di kantor Desa Palir terjadi tiga bulan lalu. Kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah. Kali ini, dengan modus dan tempat yang sama persis, kantor Desa Palir kembali dibobol.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, kebobolan kali ini terjadi Jumat dini hari (28/6). Perangkat desa yang akan ngantor, dikejutkan dengan kondisi ruangan sekdes berantakan. Melihat hal itu, kemudian Kepala Desa (Kuwu) Desa Palir Durakman langsung menghubungi pihak kepolisian sektor Kedawung.

“Pintunya yang dicongkel (oleh maling, red). Kelihatannya, modusnya sama seperti yang dulu, dengan cara mencongkel pintu belakang, kemudian masuk, dan mencongkel pintu ruang sekdes dan mengambil barang. Kemudian, keluarnya melalui pintu belakang,” ujarnya.

Durakman mengaku geram dengan tindakan yang dilakukan oleh pelak. Sehingga, pihaknya akan memasangkan CCTV di dalam kantor desa untuk mengantisipasi kemalingan yang ketiga kalinya. Kebobolan yang kedua kalinya ini, diakui Durakman, di luar dari apa yang dia bayangkan.

“Saya kira sudah sekali saja. Ternyata kebobolan lagi. Kalau seperti ini, sekalian akan saya pasang CCTV di dalam kantor. Diduga, pelaku masih orang yang sama karena modusnya sama, dan dilakukan lebih dari satu orang,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kedawung Kompol Tutu Mulayana mengatakan, pihaknya yang mendapatkan laporan kejadian pencurian dengan pemberatan (curat) di Desa Palir, langsung ke lokasi kejadian bersama Unit Reskrim untuk melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti.

“Mandor desa bernama Suta (48) sudah melaporkan ke kami atas dasar nomor Laporan LP/961/B/VI/2019/JBR/RES CIKO/SEK KDWNG. Kejadian diketahui pertama pada Jumat (28/6) sekitar pukul 06.30 oleh saksi bernama Ujang (56), penjaga kantor kantor desa,” jelasnya.

Dari hasil olah TKP dan memintai beberapa keterangan saksi, Kompol Tutu menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku dengan cara masuk melalui pintu belakang yang sebelumnya pernah dijebol tiga bulan lalu. Kemudian, setelah berada di dalam kantor desa, pelaku mengambil barang yang dianggap berharga.

“Dari kejadian itu, korban kehilangan satu unit laptop merk Acer Aspire-14 warna hitam, satu unit infokus, dua unit hardisk dan motherboard merk Gigabyte yang terpasang di dalam CPU dengan cara dibongkar. Serta uang tunai senilai Rp284.000 yang berada di dalam laci. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp16.000.000. Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan dan penyidikan,” paparnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *