DPUPR Geber Perbaikan Tanggul Jebol

oleh -49 views
BEKO
PERBAIKAN DIGEBER: DPUPR Kabupaten Indramayu terus melakukan perbaikan tanggul Saluran Cipelang Barat yang jebol dengan menerjunkan dua beko. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Dinas PUPR (DPUPR) Kabupaten Indramayu menggeber pebaikan Tanggul Saluran Cipelang Barat yang jebol dengan menerjunkan dua beko, Kamis (4/7).

Kepala UPT PSDA Bangodua, Diman Amd mengatakan, perbaikan tanggul jebol ditargetkan dua hari selasai. Pihaknya sengaja mempercepat perbaikan tanggul dengan menerjunkan dua alat berat agar pasokan air untuk petani di wilayah Indramayu Barat bisa kembali dialirkan.

“Besok (Jumat) mudah-mudahan selesai, karena imbas dari jebolnya tanggul Cipelang BT CP 5 sangat berdampak pada pasokan air petani yang sumber utama pengairannya dari saluran Cipelang,” ujar Diman kepada sejumlah wartawan.

Diman menjelaskan, Saluran Induk Cipelang BTCP 5 terbagi dua saluran yakni Cipelang Utara dan Cipelang Barat, yang mana dalam pembangian air lebih banyak ke Saluran Cipelang Barat dengan perbandingan 40 Persen Cipelang Utara dan 60 persen Cipelang Barat.

Hal ini, lanjut Diman, karena areal pertanian untuk wilayah Indramayu Barat lebih luas dibandingkan dengan Utara yakni lebih dari 18 ribu hektare lahan sawah.

“Kemarin hingga saat ini (Kamis) petani wilayah barat kurang air, karena dari rentang untuk Cipelang Barat ditutup sementara, sampai proses perbaikan selesai. Mudah-mudahan sesuai target perbaikan besok selesai dan air kembali mengalir,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Diman, tanda-tanda akan jebolnya tanggul Saluran Cipelang Barat di Desa Gadel Kecamatan Tukdana sudah terlihat sejak akhir 2018. Bahkan, pihaknya sudah melalukan tindakan penanganan sementara dengan pemasangan karung yang berisi tanah, serta pemasangan pipa air untuk mengalirkan rembesan air agar tidak mengikis tanggul.

“Dari akhir 2018, kita tangani sementara. Pada akhirnya jebol juga. Saat mendapat informasi tanggul jebol, kami langsung menutup rentang, padahal saat itu debit air normal 15 kubik, sebelumnya hanya 12 sampai 13 kubik saja. Kemudian langsung menurunkan alat berat, semoga besok selasai dan air bisa kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani, Taryono berharap, perbaikan tanggul jebol oleh DPUPR di Desa Gedel Kecamatan Tukdana bisa segera rampung.

Karena, lanjut Taryono, pasokan air sangat dibutuhkan petani di wilayah Losarang, Cikedung, dan Kandanghaur, serta daerah lainnya yang sumber utama pasokan air dari saluran Cipelang Barat. “Kejadian ini tidak diduga oleh petani, di saat butuh pasokan air malah tanggul jebol. Semoga perbaikan bisa cepat selesai,” katanya. (oni)