Wisata Dadakan Eceng Gondok pun Sudah Bikin Happy

oleh -23 views
Warga berbondong-bodong menyaksikan bunga eceng gondok di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. heboh eceng gondok membuka kesempatan bagi warga untuk berjualan makanan ringan dan minuman. FOTO:ILMI YANFA’UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Fenomena wisata dadakan yang viral belum surut akan pengunjung. Hingga kemarin masih ramai. Bahkan mulai ada area parkir khusus berbayar. Beberapa orang yang ditemui Radar Cirebon, menanggapi perihal tersebut. Banyak alasan yang dilontarkan. Mulai dari penasaran, hingga hanya karena senang melihat ramainya pengunjung.

Minggu sore (7/7), Radar Cirebon memantau kondisi terakhir dua tempat wisata dadakan eceng gondok yang sedang naik daun itu. Yakni di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, dan Desa Prajawinangun Wetan, Kecamatan Kaliwedi. Masih ramai. Pengunjung juga melonjak drastis dari sebelumnya.

Eceng gondok di Desa Tegalsari misalnya. Sejumlah pengunjung yang bersedia diajak berbincang, mengaku penasaran terhadap ramainya postingan di media sosial. Rasa penasaran itu juga yang membuat mereka datang ke tempat tersebut. Aktivitas yang terpantau juga masih sama. Melakukan swafoto untuk kemudian diunggah di media sosial.

Namun, sedikit berbeda dengan dua orang narasumber asal Kecamatan Weru dan Kecamatan Plered. Mereka adalah Asih (39) dan Erni (46). Asih mengatakan, bunga atau tanaman eceng gondok adalah hal  biasa. Setiap tahunnya ada. Dan tak ada yang istimewa.

Sementara alasan ia datang, karena senang melihat ramainya pengunjung dan banyak pedagang yang berjualan di sekitarnya. “Sudah sering lewat sini sebelumnya juga. Eceng gondok setiap tahun juga ada dan biasa aja. Senang karena lihat pengunjung dan banyak orang yang jualan,” katanya.

Bukan kali pertama Asih mengunjungi tempat tersebut. Bisa tergolong sering. Bahkan ia menyebut lebih dari lima kali. Karena sering itu juga, membuatnya merasa malu kepada teman-temannya. “Karena keseringan, kalau teman nanya mau ke mana, saya jawab aja mau main. Padahal mah mainnya yang ke sini (eceng gondok, red). Karena sering berkunjung jadi malu,” ungkapnya kepada Radar Cirebon.

Sementara Erni menuturkan, musabab tempat yang dahulu pemancingan itu ramai dikunjungi adalah karena sedang musim viral di media sosial. Sama seperti Asih, Erni menganggap mekarnya bunga eceng gondok adalah hal yang biasa. Ia juga setuju jika menyebut masyarakat yang datang adalah karena wilayah Cirebon kurang ada tempat wisata yang menarik.

“Dasarnya aja lagi musim viral. Kalau di HP mah tempatnya bagus, cuma aslinya begitu aja. Namanya juga eceng gondok. Mungkin juga kurang wisata jadi mending di sini karena gratis. Hanya ditarif buat parkir motor Rp2.000,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *