Dukung Festival Layang-layang Internasional, Gojek Perkuat Pariwisata Pangandaran

oleh -11 views
GOJEK-LAYANG-LAYANG
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari bersama Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Kamil, berikut jajaran pejabat Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Pangandaran membuka Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2019. Foto: Istimewa

PANGANDARAN – Gojek, perusahaan aplikasi on demand terdepan kembali menunjukkan konsistensinya menyesuaikan diri dengan wilayah tempat beroperasi. Sekaligus mengenalkan manfaat teknologi demi meningkatkan dampak sosial dan ekonomi daerah.

Hal ini dilakukan dengan mendukung terlaksananya Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2019. PIKF kali ini telah memasuki tahun ke-30 pelaksanaannya, dan kini telah menjelma menjadi motor penggerak dan pengembangan promosi Pangandaran menuju wisata dunia.

Satu hari sebelum dilaksanakannya pembukaan PIKF 2019, Gojek sebagai salah satu sponsor utama acara melakukan pembersihan area pantai timur Pangandaran bersama lebih dari 30 mitranya. Kegiatan yang juga dilaksanakan sebelum bulan Ramadan yang lalu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Gojek terhadap lingkungan Pangandaran juga untuk kenyamanan para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam beroperasi, Gojek senantiasa menyesuaikan diri dengan kearifan dan potensi lokal. “Kami telah membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder di Kabupaten Pangandaran, termasuk mengikutsertakan warga setempat dan pengendara ojek pangkalan dalam ekosistem Gojek. Oleh karenanya, kami hadir di Pangandaran dan turut mendukung festival layang-layang internasional di Pangandaran yang merupakan acara rutin kebanggaan warga selama 30 tahun terakhir,” kata VP Regional Gojek Jawa Barat dan Banten, Becquini Akbar.

Becquini menjelaskan lebih lanjut mengenai dukungan Gojek di acara PIKF 2019. Kabupaten Pangandaran memiliki potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi yang besar dan Gojek siap mendukung. Di antaranya dengan mensponsori acara pariwisata tahunan PIKF 2019 yang melibatkan berbagai peserta dari dalam dan luar negeri.

“Selain itu, kami juga mendukung dengan cara terus melebarkan jangkauan operasional dan mengikutsertakan para mitra Gojek dan pelaku UMKM kuliner Pangandaran. Kami juga berharap segenap jajaran pemerintah Kabupaten dan elemen masyarakat Pangandaran dapat menikmati pelaksanaan festival ini dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Gojek, sehingga kami dapat menjadi bagian dari festival layang-layang internasional,” tuturnya.

Selain mengikutertakan mitra driver roda dua dalam ekosistem digital, dan menjalankan sistem pembayaran nontunai melalui Go-Pay, Gojek juga memiliki perhatian terhadap pelaku UMKM yang sangat tinggi. Karena UMKM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, mengingat lebih dari 98% aktor ekonomi Jawa Barat adalah UMKM.

“Kami percaya trend positif yang terjadi di Jawa Barat secara umum juga terjadi di Kabupaten Pangandaran. Oleh karenanya kami memiliki perhatian khusus terkait pengembangan usaha para pelaku UMKM kuliner melalui Go-Food dan menggunakan metode pembayaran nontunai menggunakan Go-Pay. Dengan bergabung dengan Go-Food, maka para pelaku UMKM kuliner dapat semakin melayani lebih banyak pelanggan. Secara tidak langsung mendukung pariwisata di Kabupaten Pangandaran di bidang kuliner. Sementara itu, dengan menggunakan Go-Pay maka pelaku UMKM bisa beroperasi dengan lebih praktis, karena tidak perlu menyiapkan kembalian menggunakan uang tunai,” terang Becquini.

Sebagai perusahaan yang mempunyai misi untuk menciptakan dampak sosial, Gojek juga memiliki rekam jejak yang baik dalam hal penciptaan dampak ekonomi. Sebagai perusahaan teknologi terdepan karya anak bangsa, Gojek berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial di Indonesia melalui inovasi dan teknologi.

Becquini juga menyampaikan hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang menyebutkan, kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44.2 triliun. Di mana Rp 25 triliun disumbangkan mitra driver Go-Ride dan Go-Car, Rp 18 triliun disumbangkan mitra UMKM melalui layanan Go-Food, dan Rp 1,2 triliun disumbangkan para mitra Go-Life.

“Informasi ini sangat menarik, karena kontribusi tersebut dirasakan oleh para pelaku UMKM dan sektor informal,” kata Becquini.

“Melihat potensi dampak ekonomi dan sosial dari para pelaku usaha ekonomi digital yang tergabung dalam ekosistem Gojek, kami sangat antusias dan bangga. Karena dengan beroperasinya Gojek di Pangandaran berarti kami juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berkontribusi melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan aspirasinya terkait keberadaan Gojek di Pangandaran. Dia berharap dengan adanya Gojek di Pangandaran dapat semakin memberikan manfaat pada masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

“Terima kasih pada Gojek yang terus konsisten dalam mendukung penguatan UMKM sekaligus program pariwisata Kabupaten Pangandaran. Tentunya kami juga berharap kerja sama ini dapat terus terlaksana dengan baik,” tutur Jeje. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *