Komisi V DPR RI Dorong Pemerintah Prioritaskan Penanganan Banjir di Cirebon

oleh -6 views
PENGENDALI BANJIR: Bangunan tanggul penahan banjir yang saat ini dikerjakan di Desa Tuk Karangsuwung, diharapkan bisa dilanjutkan pengerjaannya di tahun anggaran mendatang. Bangunan tersebut sangat penting karena sebagai bangunan pengendali banjir. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
PENGENDALI BANJIR: Bangunan tanggul penahan banjir yang saat ini dikerjakan di Desa Tuk Karangsuwung, diharapkan bisa dilanjutkan pengerjaannya di tahun anggaran mendatang. Bangunan tersebut sangat penting karena sebagai bangunan pengendali banjir. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON– Bangunan tanggul penahan banjir di Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang bakal punya peran penting sebagai bangunan pengendali banjir yang hampir terjadi setiap tahunnya saat musim penghujan.

Namun hal tersebut tidak akan maksimal jika pembangunan tanggul tidak dilanjutkan secara menyeluruh. Hingga daerah pemukiman di sepanjang aliran Sungai Singaraja, terlindung dengan tanggul penahan banjir.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Drs Yoseph Umarhadi saat meninjau pelaksanaan proyek pembangunan tanggul Singaraja yang meghabiskan anggaran sekitar Rp3,8 miliar.

“Saya melihat memang harus dilanjutkan pembangunannya. Terlebih, kawasan ini padat penduduk dan berpotensi banjir setiap musim hujan. Mudah-mudahan pemerintah memprioritaskan pembangunan di wilayah ini, dan menganggarkan untuk proyek lanjutan. Ini perlu, karena merupakan tindak lanjut penanganan banjir di Cirebon,” ujarnya.

Menurut Yoseph, tidak ada program yang jatuh secara tiba-tiba dari langit. Semuanya harus diperjuangkan dan dikawal, karena semua daerah berebut program agar wilayahnya maju. Di sinilah menurut Yoseph, salah satu tugas anggota dewan dengan berbagai cara agar mendapatkan program untuk memajukan wilayah konstituennya.

“Selama saya mengabdi menjadi anggota legislatif, saya selalu keras. Saya selalu ngotot agar program-program pemerintah turun ke wilayah konstituen saya. Ini wujud pertanggungjawaban saya ketika diberikan amanat oleh masyarakat. Ini sudah terbukti, banyak program yang berhasil saya tarik. Termasuk peroyek tanggul penahan banjir ini dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Yoseph pun mewanti-wanti agar masyarakat selalu menginformasikan perkembangan dan pelaksanaan pekerjaan program-program pemerintah agar bisa diawasi dan dipantau perkembangannya. Ia pun tidak akan segan menegur pelaksana proyek atau kontraktor jika pekerjaan yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat disalahgunakan.

“Sejauh ini, hasil pekerjaan yang saya lihat bagus. Namun jika memang ada kejanggalan terkait pekerjaan, masyarakat bisa menghubungi saya. Akan saya tegur pelaksana proyeknya. Bangunan ini untuk masyarakat tidak boleh disalahgunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Warnija salah satu warga sekitar saat ditemui Radar menuturkan, warga sekitar sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Drs Yoseph Umarhadi untuk warga Cirebon. Ia pun berharap Yoseph bisa terus membantu masyarakat seperti apa yang sudah ia lakukan selama ini.

“Terima kasih pak Yoseph. Ini sangat berarti untuk masyarakat. Setiap tahun kami dihantui banjir. Sudah tak terhitung berapa banyak harta benda kami yang hilang akibat banjir. Mudah-mudahan pembangunannya dilanjutkan tahun depan,” ungkapnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *