Polisi Tangkap dan Gunduli Siswa yang Terlibat Tawuran

oleh -300 views
siswa-tawuran--terjaring-polisi-(1)
DIGUNDULI: Puluhan oknum siswa yang terlibat tawuran digiring ke Mapolres Cirebon Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan, rABU (24/7). FOTO: OKRI RIYAAN/RADAR CIREBON 

CIREBON – Masyarakat Kota Cirebon kembali dibuat resah oleh aksi tawuran yang dilakukan segerombol siswa tingkat SMA. Oknum pelajar lagi-lagi berulah di Jalan Perjuangan hingga jalur arteri Kota Cirebon, pada Rabu (24/7).

Ratusan siswa awalnya terlihat berkumpul sekitar pukul 10.30 WIB. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba mereka saling serang dengan menggunakan batu, kayu hingga petasan. Aksi tawuran siswa itu menimbulkan kecemasan dan kemarahan warga maupun pengguna jalan yang melintas.

Kasubag Humas Polres Cirebon Kota Iptu Momon Sukarman mengungkapkan, para siswa tersebut merupakan gabungan dari sejumlah sekolah di Kota Cirebon. Salah satu kelompok siswa dari 4 sekolah berjumlah sekitar 150 orang. Sedangkan di pihak lawan merupakan gabungan dari dua sekolah dengan total 47 orang.

Akibat aksi tawuran siswa, warga sempat menutup rumah dan tempat usaha mereka agar tidak menjadi sasaran. Warga juga berusaha berjaga-jaga di depan rumah atau toko masing-masing.

“Awalnya sekelompok siswa dari dua sekolah bergerak dari depan salah satu sekolah SMK swasta di Jalan Ahmad Yani. Mereka menuju ke arah Kedawung dengan menumpang truk semen kosong,” ujar Momon.

Namun, sesampainya di lokasi tawuran, mereka dilempari batu oleh gabungan siswa dari 4 sekolah. Tak pelak, aksi provokasi tersebut membuat para siswa yang berada di atas truk turun dan membalas serangan.

Beruntung, saat aksi tawuan terjadi, aparat kepolisian dibantu warga bertindak cepat dengan mengamankan mereka. Kemudian dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Mereka juga diberikan “terapi hukuman” seperti hormat bendera, merangkak dan digunduli.

“Harusnya jangan hanya ditangkap dilepas, ditangkap dilepas gitu aja. Perlu solusi yang bisa menghentikan permanen tawuran anak-anak sekolah. Jangan sampai ini menjadi identitas kota cirebon sebagai kota tawuran pelajar, kan miris,” ujar Sultoni, warga Kota Cirebon. (day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *