BBWS Pasang Tiang Pancang

oleh -45 views
DIPERBAIKI: Pekerja memasang tiang pancang di bantaran Sungai Cimanuk, Blok Kemujing, Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, kemarin (26/7). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
DIPERBAIKI: Pekerja memasang tiang pancang di bantaran Sungai Cimanuk, Blok Kemujing, Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, kemarin (26/7). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU– Masyarakat Blok Kemujing, Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, bisa bernafas lega. Pasalnya Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) memasang tiang pancang di sekitar tanggul Sungai Cimanuk yang longsor, Jumat (26/7). Pemasangan tiang pancang ini adalah bagian dari pembangunan tanggul dan pelindung tebing Sungai Cimanuk.

Ketua RT Blok Kemujing, Hidayat mengatakan perbaikan tanggul yang dilakukan BBWSCC disambut baik masyarakat Desa Rancajawat, terutama masyarakat Blok Kemujing. Ia berharap penanganan ini berlanjut pada penanganan serius untuk mengatasi abrasi Sungai Cimanuk Blok Kemujing yang sudah mengikis tanah sawah milik warga.

“Ada kayaknya 3 meter sawah warga yang terkena kikisan tanggul. Panjang sekitar 300 meter,” kata, Hidayat, Jumat (26/7).

Hidayat menuturkan perbaikan tanggul dan pemasangan tiang pancang dapat melindungi tanah warga agar tidak terus terkikis ketika Sungai Cimanuk meluap saat musim penghujan. Sehingga tidak ada lagi warga yang khawatir sawahnya akan terkikis.

“Sebelumnya jika musim hujan Sungai Cimanuk meluap. Waspada siaga 1 di tanggul, karena air bisa masuk ke pemukiman. Dan pemilik sawah pasrah tanahnya terus longsor,” ujarnya.

Sementara, Kuwu Rancajawat Mamet mengatakan pemdes sangat mengapresiasi langkah BBWSCC yang melaksanakan perbaikan tanggul Sungai Cimanuk, Blok Kemujing. Pasalnya warga sudah dua tahun mendambakan perbaikan tanggul. “Masyarakat jadi merasa aman dan tenang, saat musim hujan. Tidak lagi khawatirkan air masuk ke sawah dan permukiman,” ujarnya.

Mamet, mengungkapkan tahun lalu, BBWS sudah melakukan penanganan sementara dengan pemasangan bambu yang disusun di tanggul yang longsor. Namun hal itu tidak bertahan lama. “Mudahan-mudahan penangan secara permanen pembuatan tanggul bisa menahan air, dan paku alam yang terpasang bisa menahan tanah, serta memecah arus air saat meluap,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *