Penembakan Brutal di AS, 4 Orang Tewas

oleh -10 views
PENEMBAKAN-BRUTAL
TEROR BERDARAH: Petugas polisi berpakaian SWAT berjaga-jaga di lokasi penembakan di acara festival makanan California, Amerika Serikat, Minggu (28/7). Foto: David Roya/AP

SACRAMENTO – Sedikitnya empat orang tewas dan belasan lainya mengalami luka, dalam sebuah insiden penembakan brutal saat acara festival makanan California, Amerika Serikat.

Kepala polisi Scott Smithee mengatakan, jumlah korban meninggal dari insiden itu berjumlah empat orang, termasuk dari yang meninggal adalah pria pelaku penembakan.

“Untuk korban yang mengalami luka-luka juga diketahui bertambah, dari 11 menjadi 15 orang, termasuk beberapa yang menderita luka tembak,” kata Smithee, dilansir Channel News Asia, Senin (29/7).

Pada saat peristiwa terjadi, polisi dan ambulans telah diluncurkan ke lokasi di California. Sebuah video yang diposting di media sosial menunjukkan beberapa orang di acara tersebut berlari untuk berlindung, khususnya ketika suara tembakan terdengar.

“Petugas berada di daerah itu, dan menangkap tersangka dalam waktu kurang dari satu menit. Tersangka ditembak dan dibunuh,” ujarnya.

Smithee mengatakan, sangat menyedihkan dan mengecewakan masyarakat harus menderita dari tragedi seperti ini. Pria bersenjata itu tampaknya telah memotong pagar untuk masuk ke lokasi acara.

Seorang saksi bernama Julissa Contreras mengatakan, seorang pria kulit putih berusia 30-an yang bersenjatakan senapan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu.

“Saya bisa melihat dia menembak ke segala arah. Dia tidak membidik siapa pun secara khusus. Itu hanya dari kiri ke kanan, kanan ke kiri,” kata Contreras.

Belakangan diketahui pria bersenjata itu tampaknya telah memotong pagar untuk masuk ke dalam acara. Adapun festival itu telah mendekati periode penutupan ketika penembakan dilaporkan terjadi pada sekitar pukul 17.30.

Seorang saksi mata, Julissa Contreras, mengatakan kepada NBC Bay Area, dia melihat seorang pria kulit putih berusia 30-an menembakkan senapan yang mampu menembakkan tiga hingga empat peluru per detik.

“Ia menembak cepat. Aku bisa melihatnya menembak ke segala arah. Dia tidak membidik siapa pun secara khusus. Itu hanya dari kiri ke kanan, kanan ke kiri,” jelasnya.

Saksi lain, Gloria Parker mengatakan, ia dan orang lain mulai berlari ketika mereka mendengar 10 hingga 15 suara letupan yang awalnya mereka pikir adalah petasan. “Ada banyak polisi di sana,” katanya. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *