Tiang Listrik Patah, Nyaris Roboh

oleh -25 views
ade-Tiang Listrik Patah dan Berkarat (6)
MENGKHAWATIRKAN: Tiang listrik yang berdiri miring tepat di depan rumah warga di Perumahan Taman Ujungsemi, Kecamatan Kaliwedi, patah karena keropos dan berkarat. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Tiang listrik yang berdiri miring tepat di depan rumah warga di Perumahan Taman Ujungsemi, Kecamatan Kaliwedi, patah karena keropos dan berkarat. Warga khawatir sewaktu-waktu akan roboh. Telah diajukan perbaikan sejak lama, namun belum ada kepastian untuk ditindaklanjuti.

Tiang listrik tersebut berdiri di depan rumah salah seorang warga yang pemiliknya telah meninggal dunia, empat hari lalu. Namun di dalamnya masih dihuni empat orang anaknya.

Tetangga pemilik rumah, Idah (43) mengatakan, kondisi patahnya tiang listrik itu, telah berlangsung beberapa bulan lamanya. Dia menyebut, warga dan pemilik rumah telah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pemerintah desa. Namun hingga kemarin, tidak kunjung diperhatikan.

“Kalau roboh kan dampaknya membahayakan dan rumah-rumah lainnya juga akan berpengaruh. Karena setahu saya, tiang listrik masih berfungsi. Masih ada listriknya. Sudah berkali-kali diusulkan. Namun, dari pihak PLN Arjawinangun, baru meninjau tadi (kemarin, red) pagi.

Ada dua orang datang melihat. Katanya segera akan diperbaiki. Cuma untuk waktunya, tidak menyebut pasti,” kata Idah kepada Radar Cirebon, kemarin(31/7).

Idah mengatakan, pemilik rumah atau yang empat hari lalu baru saja meninggal, seringkali mengajukan perbaikan ke pemerintah desa setempat. Namun selalu sia-sia atau tidak kunjung ada penanganan. Bahkan, ketika musim hujan atau cuaca dengan kondisi angin besar, penghuni rumah memilih mengungsi karena khawatir rumahnya roboh.

“Almarhum (pemilik rumah, red) sering bolak-balik desa untuk mengadu. Cuma ya seperti itu, udah lama tapi tidak ada penanganan. Malahan saat angin besar, penghuni rumah milih mengungsi karena takut,” imbuhnya.

Hal serupa dikatakan tetangga dekatnya, Pegi (35). Pegi menuturkan, kondisi yang ada sangat mengkhawatirkan warga setempat. Pasalnya, tiang listrik hanya disanggah menggunakan kawat besi dan menyender pada ranting-ranting pohon bambu.

Ngeri lihatnya. Takut sewaktu-waktu roboh, kalau ada angin besar. Semoga yang berwenang tanggap ya karena sudah berkali-kali diusulkan. Tanggap segera memperbaiki sebelum benar-benar roboh,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *