Cuaca di Mekkah Makin Ekstrem, Ini yang Perlu Dilakukan Jamaah Haji

oleh -16 views
MAKKAH-TERIK
Ilustrasi. Foto: Dok. radarcirebon.com

MEKKAH – Cuaca panas di Mekkah saat ini sangat semakin ekstrem, khususnya bagi jamaah Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu tinggi. Untuk itu, jamaah diminta untuk mengurangi aktivitas luar ruang menjelang puncak musim haji.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2019, Subhan Cholid di Mekkah mengimbau, jamaah untuk mengurangi aktivitas di luar gedung, terlebih fase puncak ibadah haji juga semakin dekat.

“Saat ini cuaca di Mekkah cukup panas. Kami berharap jamaah dapat bijak mengatur aktivitas di luar ruangan. Kurangi atau bahkan, jangan lakukan aktivitas-aktivitas yang dapat terkena paparan sinar matahari langsung,” ujar Subhan, Rabu (31/7)

Menurut Subhan, jamaah sebaiknya fokus untuk menyiapkan stamina agar dapat melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah nanti. Ia juga mengingatkan, jamaah untuk mencukupi kebutuhan istirahat serta nutrisi jelang puncak haji.

Terlebih lagi, terkait penetapan waktu wukuf akan dilakukan Pemerintah Arab Saudi melalui sidang isbat, yang akan digelar besok, 1 Agustus 2019.

“Hemat tenaganya. Sementara jangan lakukan umrah sunah berulang, ziarah, dan sebagainya. Jaga pola istirahat dan makan. Ingat, bahwa haji itu kuncinya adalah wukuf di Arafah. Dan ini memerlukan stamina yang baik,” tegasnya.

Imbauan terebut, menyusul adanya tiga jamaah calon haji (JCH) Indonesia sempat kesulitan untuk masuk kembali ke Makkah, setelah menempuh perjalanan keluar kota sejauh 25 km, ke sebuah museum yang letaknya melalui pos pemeriksaan perbatasan Jeddah.

“Ketiga jamaah itu sempat tidak bisa masuk kembali ke wilayah Mekkah, karena harus melewati pos penjagaan Syumaisi. Lokasi Museum Al Amudi sekitar 25 km dari pusat Kota Mekkah,” terangnya.

“Mereka bertiga berangkat ke Museum Al Amudi menggunakan taksi pada Selasa (30/7), kemudian taksinya meninggalkan begitu saja setelah mengantar,” sambungnya.

Dia menyebutkan, untuk bisa masuk kembali ke Mekkah, ketiga jamaah tersebut harus bisa menunjukkan sejumlah dokumen di antaranya paspor dan visa haji.

“Sebagaimana peraturan, dokumen tersebut disimpan oleh maktab. Maka kemudian petugas di Daker Mekkah meminta pihak maktab atau pengelola teknis penyelenggara haji untuk menjemput ketiga jamaah tersebut,” tuturnya.

Subhan mengingatkan, kepada jamaah terkait puncak ibadah haji semakin dekat. Jamaah haji diimbau tidak menjalankan aktivitas bepergian yang jauh. Termasuk mengunjungi lokasi-lokasi yang melewati pos pemeriksaan masuk Makkah.

“Sebab untuk bisa masuk ke Mekkah kembali sangat rumit. Bahkan orang Saudi yang tinggal di luar Mekkah, tidak bisa begitu saja masuk ke Makkah pada saat musim haji,” pungkasnya. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *