Lagi, Ibis Budget Gelar Edukasi Kopi

oleh -8 views
ANTUASIAS: Para peserta antuasias mengikuti sesi Afternoon Brewing Class yang berlangsung pada 30 Juli 2019. FOTO: SRI WAHYU NINGSIH/RADAR CIREBON

CIREBON – Hotel Ibis Budget Cirebon kembali mengadakan Afternoon Brewing Class. Kali ini, peserta merupakan mahasiswa dari Poltek Prima yang terbagi dalam dua hari, 30-31 Juli 2019.

General Manager Hotel Ibis Budget Cirebon, Ricky Coen Arifin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan komitmen Ibis Budget Cirebon dalam hal pendidikan.

Seperti diketahui, Ibis Budget Cirebon berada di bawah jaringan Accor Hotels yang sangat konsen terhadap edukasi. Hal tersebut merupakan salah satu program kerja dari Accor Hotels.

“Komitemen pertama kami buat pendidikan. Maka ketika diadakan kembali, pasti animonya tinggi. Selain itu, juga impact dari kegiatan pertama. Sebenarnya kelas ini dibuka untuk umum, tetapi karena kebanyakan animo dari Poltek Prima tinggi, jadi eksklusif untuk Poltek,” paparnya, kemarin (1/8).

Pemilihan Coffee Class disesuaikan dengan tren dan kebutuhan saat ini. Menurutnya, dunia food and beverage sangat dinamis. Dalam beberapa tahun ke belakang, kopi tengah diminati.

Melalui Coffee Class tersebut, Ricky berharap dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Cirebon. “Harapan saya, SDM semakin meningkat. Hotel ada banyak dan membutuhkan tenaga tersebut,” ujarnya.

Ke depan, Ibis Budget Cirebon tidak hanya sebagai penggagas Coffee Class di dalam hotel, melainkan akan mengadakan sejumlah kelas edukasi lainnya.

Sementara itu, Founder Noralona Coffee Roastery sekaligus pembicara, Akhmad Rizal Rifai menjelaskan, materi yang disampaikan mengenai dasar pengenalan kopi hingga variabel pembuatan kopi.

“Kalau kelas sebelumnya ada beberapa yang sudah tahu cara membuat kopi dan ingin tahu lebih jauh. Sedangkan kelas sekarang lebih detail. Mereka mengamati banget karena banyak yang baru tahu,” ungkapnya.

Rizal berharap, seiring banyaknya edukasi mengenai kopi, tidak hanya menumbuhkan kedai kopi. Tetapi, juga turut menyejahterakan petani kopi. “Lebih bagus, karena dengan demikian petani lebih sejahtera. Karena demand sudah tinggi. Kebutuhan kopi lebih tinggi,” tambahnya. (swn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *