Ridwan Kamil Beberkan Manfaat KDLN untuk Kemajuan Jawa Barat

oleh -20 views
BERBUAH HASIL: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) ekspose terkait Kunjungan Dinas Luar Negeri (KDLN) ke Inggris dan Swedia, Kamis (1/8) lalu. FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar
BERBUAH HASIL: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) ekspose terkait Kunjungan Dinas Luar Negeri (KDLN) ke Inggris dan Swedia, Kamis (1/8) lalu. FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Setelah hampir satu pekan melakukan Kunjungan Dinas Luar Negeri (KDLN) ke Inggris dan Swedia, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akhirnya memberikan pemaparan terkait hasil kunjungannya tersebut di hadapan awak media, Kamis (1/8) lalu.

Menurutnya, selama kunjungan di sana, dia sering ditanya melalui akun media sosial, apa manfaat dari kunjungan seorang pemimpin daerah ke luar negeri.

“Banyak yang tanya, Pak Gubernur ngapain keluar negeri, apa manfaatnya buat warga Jawa Barat? Sekarang saatnya saya sampaikan, apa saja yang telah dilakukan,” tuturnya.

Dikatakan oleh RK -sapaan akrab Ridwan Kamil- sebenarnya banyak negara sahabat yang mengundangnya untuk hadir. Namun, dikarenakan saat ini tengah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, dia mengaku lebih selektif dalam menerima undangan tersebut dengan pertimbangan harus mendatangankan manfaat untuk warga.

“Undangan luar negeri ke saya itu bisa 100 undangan per tahun. Meminta saya ke konferensi, MoU, seminar, keynote speaker dan lainnya. Tapi, saya memilih untuk mendatangi negara yang masih ragu tentang keamanan berinvestasi di Jabar sambil membawa misi pendidikan, lingkungan, agama, seni dan budaya,” katanya.

Dari 26 agenda selama empat hari di Inggris dan Swedia, RK menegaskan, semuanya membawa berita baik bagi warga Jawa Barat. Salah satu yang terpenting adalah kesepakatan dengan Plastic Energy asal Inggris yang akan membangun pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak di Bogor, Bekasi, Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya dengan total investasi Rp3 triliun pada awal tahun 2020.

“Nantinya, seluruh sampah plastik di Jabar bisa habis, sehingga tidak ada lagi isu Jawa Barat sebagai penyumbang terbesar sampah plastik ke laut. Plastik akan diolah menjadi BBM, di Asia Tenggara belum ada dan kami berhasil yakinkan mereka, dengan syarat permudahkan perizinannya,” tegasnya.

Di Inggris, RK juga menghibahkan gamelan Sunda, kacapi suling, angklung, degung, tarawangsa, sekaligus meresmikan Sudut Sunda South Hill Park Bracnell sebagai komitmen mengembangkan budaya Sunda.

“Kemudian kunjungan bisnis untuk Bandara Kertajati, pembangunan kargo, rencana investasi. Alhamdulillah banyak sekali. Semoga bermanfaat dengan kunjungan ke luar negeri yang seproduktif ini,” imbuhnya.

Selain itu, Jawa Barat juga telah bekerja sama dengan perusahaan IKEA asal Swedia yang sepakat akan memasarkan produk-produk khas Jawa Barat. Mantan Walikota Bandung ini menjelaskan, dibangunnya gerai IKEA di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) juga akan menyerap ratusan tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar Rp2 triliun.

“Kenapa IKEA ada di Padalarang? Itu negonya empat hari, setelah itu Rp2 triliun turun. Ini akan  menyerap tenaga kerja, pajak untuk KBB, produk-produk UKM Jawa Barat akan terangkat dan dipajang di gerai asal Swedia itu,” jelas RK. (jun)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *