Nasib Angkot Kini Memprihatinkan

oleh -14 views
ANGKUTAN-KOTA
Ilustrasi. Foto: Dok. radarcirebon.com

CIREBON – Angkutan Kota menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan masyarakat. Namun belakangan armadanya semakin menghilang dan beberapa rute pun kini tak beroperasi.

Sekretaris Organda Cirebon, Karsono mengungkapkan usaha sejenis transportasi untuk saat ini tidak menunjukkan grafik yang visible. Hal ini salah satunya dilihat dari indikator supply and demand.

Penumpang angkutan umum kini berkurang seiring dengan adanya moda transportasi lain yang lebih murah dan cepat yakni ojek online. “Pangsa pasar angkot kalah dengan ojek online,” tuturnya.

Meski ojek online memiliki kelebihan lebih cepat dan murah, namun jika ditelitik dari sisi risiko, lebih memiliki risiko tinggi. Karena sesuai UU 22 Tahun 2009 Permenhub, tidak ada dasar sebagai angkutan umum bagi angkutan roda dua. Adapun ojek konvensional dinamakan ojek kamtibmas yang beroperasi dari jalan raya ke daerah pemukiman.

“Sekarang justru ojek online beroperasional di jalan raya. Di sini semestinya regulasi untuk keselamatan transportasi ditegakkan,” ungkapnya.

Selain itu, jika menilik kondisi armada angkutan kota, saat ini usianya banyak yang lebih dari 10 tahun. Padahal sesuai izin transportasi umum beroperasi tak boleh lebih dari 10 tahun.

Kebijakan ini diberikan karena pengusaha angkutan yang tak mampu melakukan peremajaan. Sederet perusahaan lising yang membiayai pun kini tutup. “Penghasilan tak cukup, sehingga tak bisa melakukan peremajaan armada,” terang Karsono.

Moda transportasi online dan belum dilakukannya peremajaan menjadi salah satu tantangan dan hambatan bagi pengusaha angkutan umum. Karsono mengungkapkan, pemerintah harus memiliki win win solution untuk menangani hal ini.

Menurutnya perusahaan angkutan umum menjadi tanggung jawab pemerintah. Sehingga sudah seharusnya ada regulasi yang mengatur hal ini.

“Kalau tidak angkot masyarakat pun akan telantar, regulasi atas keselamatan, izin, juga kebijakan ada pada Permenhub lah, dan itu yang harus ditegakkan,” tegasnya.

Karsono menambahkan, saat ini rute anngkutan umum yang ada sudah dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Namun sayangnya semakin lama semakin tergerus ojek online. (apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *