Hadi, Sudah Sebulan Tidak Tahu Jalan Pulang, Berharap Bertemu Keluarganya

oleh -16 views
Hadi di Panti Asuhan Beringin Bhakti. FOTO:CECEPNACEPI/RADARCIREBON
Hadi di Panti Asuhan Beringin Bhakti. FOTO:CECEPNACEPI/RADARCIREBON

CIREBON-Kabur dari rumah. Selanjutnya tidak tahu jalan pulang. Sudah lebih dari satu bulan. Dia kini tinggal di Panti Asuhan Beringin Bhakti, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Namanya Hadi  (16). Siapa pun yang ingin membantu mengantarnya pulang, merasa kesulitan. Lantaran Hadi sendiri tidak tahu daerah tempat tinggalnya. Saat ditanya Radar Cirebon, Hadi terlihat tidak percaya diri. Dia menjawab dengan suara yang sangat pelan. Dia tidak bisa menjelaskan detil alamatnya. “Dari Brebes. Ibu saya namanya Eni. Nama bapak tidak tahu. Saya minggat,” ucapnya lirih.

Yusuf salah satu pengurus Panti Asuhan Beringin Bhakti menjelaskan, pihaknya menerima Hadi sejak Sabtu (3/8). Dia diantar dan diserahkan oleh Fitri warga Kelurahan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kepada Fitri, Hadi juga mengaku masih mempunyai keluarga. Dia kabur dari rumahnya. Sudah satu bulan kabur. Dia tidak tahu jalan pulang.

“Kata Ibu Fitri, Hadi ditemukan di jalan Palimanan. Sudah satu bulan Hadi di-kosin. Hadi ditampung Bu Fitri dengan menyewa kamar kos. Hari Sabtu (3/8) Hadi dikirim ke sini (panti, red). Karena kami punya Panti Asuhan Beringin Bhakti, dan juga punya sekolah SLB A Beringin Bhakti. Jadi Hadi kami terima dan kami urus,” papar Yusuf.

Yusuf langsung koordinasi dengan kepala SLB A Beringin Bhakti dengan harapan Hadi mengikuti kegiatan sekolah dan dapat menerima ilmu, serta bisa membaca. Dan, Senin (5/8) kemarin merupakan hari pertama Hadi belajar dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. “Kami sangat berharap Hadi bisa kembali dipertemukan dengan orang tuanya. Karena sekolah perlu identitas. Kan kalau ada bantuan dari pemerintah itu murid harus ada identitasnya,” terangnya.

Kepala SLB A Beringin Bhakti, Nia Yusniar menambahkan pihaknya menerima kehadiran Hadi karena kasihan. Hadi sudah mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun sayangya Hadi tidak mempunyai identitas yang jelas, sehingga pihak sekolah kesulitan mendatanya.

“Data identitas tidak ada. Jadi kami bingung ya. Kami lihat dari fisiknya, Hadi dari kecil sudah tidak melihat, bawaan lahir. Hadi sudah ikut belajar. Tapi, belum ada perkembangan karena hanya mendengar, diem saja. Kalau ditanya suaranya pelan sekali,” katanya.

Nia sangat berharap, keluarga Hadi bisa menghubungi demi keperluan mendata identitasnya. “Mudah-mudahan ada informasi mengenai orang tuanya. Barangkali ada yang mengenalinya, tolong hubungi kami di Panti Asuhan Beringin Bhakti, lokasinya belakang Polsek Talun, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun,” harapnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *