Imron Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta, Sempat Sebar Pesan via WA

oleh -472 views
Polisi mengevakuasi jenazah korban di samping rel kereta api di pintu perlintasan kereta api (KA) di depan PG Sindanglaut, Senin (5/8) malam. FOTO:IST/RADAR CIREBON
Polisi mengevakuasi jenazah korban di samping rel kereta api di pintu perlintasan kereta api (KA) di depan PG Sindanglaut, Senin (5/8) malam. FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Sesosok tubuh pria tak dikenal tergolek di samping rel kereta api di pintu perlintasan kereta api (KA) di depan PG Sindanglaut, Senin (5/8) malam. Kondisi pria yang belakangan dikenali identitasnya bernama Imron Rosadi (17) tersebut luka parah di sekujur tubuhnya.

Data yang berhasil dihimpun Radar Cirebon, warga sekitar lokasi kejadian sempat melihat korban mondar mandir di sekitar TKP. Kemudian saat kereta melintas, korban kemudian tiba-tiba menyeberang perlintasan begitu kerata api yang menuju ke Jawa melintas cepat.

Satpam PG Rajawali Dede yang ditemui Radar Cirebon menyebutkan sangat jarang sekali terjadi kecelakan di perlintasan tersebut, karena perlintasan dijaga palang pintu. “Tadi saya sempat lihat, cuma belum tahu itu karena apa. Di sini jarang ada kecelakaan karena ada palang pintunya. Penyebabnya apa juga saya tidak tahu. Tahu-tahu sudah ramai,” ujarnya.

Menurut Dede tak berapa lama setelah kejadian tersebut, jasad korban langsung dievakuasi oleh aparat kepolisian. “Informasinya korban langsung dikenali identitasnya. Katanya warga Asjap,” imbuhnya.

Informasi yang beredar di TKP, korban diduga sengaja menabrakkan diri karena disinyalir ada persoalan. Bahkan sebelum kejadian korban diduga sudah mengirimkan permintan agar pihak keluarga menjemput tubuhnya di sekitar TKP.

Sebelum melakukan aksinya korban sempat mengirimkan pesan whatsapp (WA) kepada teman-temannya untuk mengambil jenazahnya di di rel kereta arah Pabrik Gula Sindanglaut termasuk Desa Cipeujeuh Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian pastinya tidak ada yang mengetahui. Lantaran waktu itu kondisi lokasi dan lingkungan sekitar sedang dalam kondisi mati lampu. Namun beberapa saat kemudian datang teman korban yang telah menerima pesan WA. Dia menemukan korban di lokasi yang sudah disebar melalui pesan WA.

Warga pun berhamburan menuju ke lokasi kejadian dan kemudian menghubungi petugas Polsek Lemahabang untuk mengevakuasi korban. Jenazahnya dievakuasi ke RS Muhammadiyah Astanajapura dan kemudian diserahkan kepada keluarganya.

Salah satu teman korban yang juga menjadi saksi kejadian, M Fatihin (18) warga Desa Astanajapura Kecamatan Astanajapura mengungkapkan, dirinya menrima pesan yang mengagetkan. Pesan korban yang disebar melalui pesan WA ke dirinya dan beberapa teman serta group WA lainnya.

Karena penasaran kemudian Fatihin menelusuri lokasi yng disampaikan dalam pesan tersebut. Fatihin begitu kaget melihat temannya sudah tergeletak tak bernyawa di sekitar rel kereta api arah PG Sindanglaut. Melihat kejadian tersebut Fatihin kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Sehingga warga berhamburan menuju lokasi kejadian. “Setelah membaca pesan whatsapp dari korban, saya langsung mencari ke lokasi yang disampaikan korban. Ternyata memang benar korban ditemukan sudah tak bernyawa lagi,” papar  Fatihin.

Kapolsek Lemahabang, Kompol S Sembiring menjelaskan TKP di KM 234+9/0 dekat perlintasan rel kereta api PG SIndanglaut termasuk Desa Cipeujeuh Wetan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. “Korban diketahui bernama Imron Rosadi warga Desa Astanajapura. Menurut keterangan para saksi bahwa diduga korban menyeberang ke perlintasan kereta api. Kemudian datang KA Gajayana jurusan Jakarta-Malang  dengan nomor KA 42C,” terangnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *