Libur Idul Adha, Jalur Pantura Rawan Macet

oleh -7 views
RAWAN MACET: Perbaikan jalan di jalan raya pantura Kandanghaur kerap membuat arus lalu lintas di kawasan itu, kemarin (7/8). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Libur Hari Raya Idul Adha tahun ini diprediksi terjadi lonjakan volume kendaraan di jalur pantura Kabupaten Indramayu. Menyusul banyak warga kota besar, khususnya Jakarta dan sekitarnya yang akan mudik untuk merayakan hari raya kurban di kampung halaman.

Namun, situasi itu rupanya tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalur pantura yang saat ini masih dilakukan perbaikan. Alhasil, musim mudik lebaran Idul Adha nanti, jalan raya pantura rawan macet.

Pantauan Radar Indramayu, setidaknya ada dua titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai pemudik saat memasuki wilayah Kabupaten Indramayu. Kedua titik itu berada di jalur pantura Kecamatan Kandanghaur serta sama-sama mengarah ke Cirebon.

Penyebabnya, masih berlangsungnya perbaikan jalan. Titik pertama di Desa Ilir dan titik kedua di Desa Karanganyar. “Sekarang saja di dua titik itu sering macet, apalagi lagi nanti saat musim mudik lebaran haji,” kata Wawan, salah seorang pengguna jalan asal Kecamatan Haurgeulis, kemarin (7/8).

Sejak sebulan terakhir, lanjutnya, pengendara khususnya roda empat harus ekstra bersabar saat hendak melintasi jalan raya pantura Kandanghaur. Hal ini karena ruas jalan tersebut sering terjadi kemacetan panjang akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan dengan cor beton di kedua ruas jalan itu.

Dalam dua pekan terakhir ini saja atau bersamaan dengan musim pengantar rombongan haji, kata Wawan, kemacetan terjadi kadang mencapai tiga kali dalam sehari. “Kadang sampai petugas memberlakukan contraflow kalau di Pasar Karanganyar ada kegiatan pasar tumpah. Macetnya bisa panjang dan lama,” ungkapnya.

ASN yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah di Kecamatan Kandanghaur ini mengungkapkan, kemacetan biasanya terjadi di jam-jam sibuk. Yakni pada pagi hari, siang dan sore hari. Lamanya antrean macet bisa mencapai 30 menit.

Padahal dalan kondisi lancar, jalur yang hanya sepanjang ratusan meter itu bisa ditempuh dalam bebrapa menit. Penyempitan jalan, membuat  mobil maupun kendaraan roda mengular dan berjalan pelan.

Arus lalu lintas yang mengalami kemacetan cukup panjang ini, membuat kesal sejumlah pengemudi. Salah satunya Hasan yang setiap hari pulang pergi Patrol-Indramayu. Dia mengaku sering terjebak macet saat hendak berangkat kerja maupun pulang kantor. “Mau lewat jalur alternatif harus muter, tambah jauh. Ya sudah macet-macetan terus. Mudah-mudahan pekerjaan perbaikan jalan cepet selesai aja,” harapnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *