Puncak Haji Dibagi Empat Rute

oleh -20 views
Jamaah haji Indonesia saat di Makkah. FOTO:KEMENAG FOR FIN
Jamaah haji Indonesia saat di Makkah. FOTO:KEMENAG FOR FIN

MAKKAH-Seluruh jamaah haji Indonesia di Tanah Suci sesuai dari data Siskohat Kemenag totalnya mencapai 212.732 orang. Merekag tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter). Jamaah pun sudah bergerak ke Arafah sejak Jumat (9/8). Tahap pertama, jamaah diberangkatkan pukul 07.0012.00 WAS. Kedua pada pukul 12.00 16.00 WAS, dan Ketiga pemberangkatan jamaah pada pukul 16.00 24.00 WAS.

Kabid Transportasi PPIH Asep Subhana mengatakan proses pemberangkatan jamaah dari Makkah menuju Arafah akan diawasi maktab serta petugas transportasi PPIH. “Jamaah akan diminta turun ke lobi hotelnya berdasarkan urutan lantai tempat mereka menginap. Kita akan mulai dari lantai paling bawah,” tutur Asep.

Menurut Asep, guna pengangkutan masa puncak haji, pemerintah Arab Saudi mengerahkan seluruh bus yang ada di Makkah. Termasuk juga bus sekolah berwarna kuning yang biasa melintas di jalanan Kota Makkah, serta bus shalawat. “Seluruh angkutan itu telah dikumpulkan di terminal Muzdalifah,” imbuh Asep

Terpisah, Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid menjelaskan rangkaian puncak ibadah haji mulai dilaksanakan. Pengaturan transportasi pun mulai berlaku pada momen ini. Nantinya, angkutan bus selama puncak musim haji (masyair) terbagi dalam empat rute perjalanan (trip). Pembagian sesuai dengan maktab penempatan jamaah haji.

Cholid mengatakan trip pertama Makkah-Arafah. “Nah untuk setiap maktab diberikan jatah kendaraan 21 unit bus, jadi kalau rata-rata 3.000 per maktab, maka dalam tiga putaran jamaah akan selesai diberangkatkan ke Arafah,” terangnya.

Untuk trip kedua, yakni Arafah-Muzdalifah yang jaraknya tidak lebih dari 8 km atau lebih pendek ketimbang dari Makkah ke Arafah yang mencapai lebih dari 21 km. Demi menjamin kelancaran lalu lintas kendaraan, pemerintah Arab Saudi mengurangi jatah kendaraan bagi jamaah. Dari awalnya 21 bus per maktab hanya menjadi enam atau tujuh bus per maktab. “Artinya kalau satu bus bisa menampung 70 baik yang city bus yang ada ruang untuk berdiri maka kalau 3.000 orang dengan 6 bus itu dalam 7-8 kali putaran akan selesai,” imbuhnya.

Pada tahun lalu, kata Subhan, pengangkutan dimulai dari waktu terbenamnya matahari di saat itulah diberangkatkan bus dari Arafah hingga pukul 01.30 dini hari. PPIH dipastikan akan terus melakukan sosialisasi, baik melalui para petugas kloter maupun petugas di Arafah.

Jamaah haji diyakini sudah memahami hal ini. Sebab, maktab dan petugas kloter sudah melakukan pembicaraan perihal penjadwalan pemberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah dan rute-rute yang lain. Bagi jamaah yang akan berangkat pada trip akhir disarankan sebaiknya menikmati malam di Arafah saja. “Supaya tidak terlalu lama menunggu berdiri di pinggir jalan karena seluruh jemaah itu kita pastikan akan semuanya terangkut ke tujuannya masing-masing,” ujar dia.

Adapun untuk trip ketiga, yakni Muzdalifah-Mina, punya jumlah bus hanya lima unit per maktab. Ini mempertimbangkan jarak yang lebih pendek atau sekitar 6,9 km. Pengangkutan jemaah rencananya dimulai pukul 23.30 waktu setempat dan ditargetkan selesai angkutan tidak lebih dari pukul 08.00. “Pemerintah Saudi memberikan tenggat paling akhir pukul 09.00. Karena di tengah terik ini pukul 09.00 sudah luar biasa panasnya,” katanya.

Trip keempat yakni dari Mina-Makkah dengan jumlah bus sama seperti trip pertama sebanyak 21 bus per maktab. Jemaah akan diberangkatkan dalam dua trip. “Trip pertama tanggal 12 Dzuhijah bagi jamaah yang akan mengambil nafar awal. Kemudian jamaah yang mengambil nafar tsani tanggal 13 Dzulhijah,” terangnya. (ful/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *