Dave Ajak Masyarakat Manfaatkan Internet untuk Informasi Sehat

oleh -34 views
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarsyah Fikarno dalam seminar meminta masyarakat mewaspadai informasi hoax. FOTO:ABDULLAH/RADAR CIREBON
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarsyah Fikarno dalam seminar meminta masyarakat mewaspadai informasi hoax. FOTO:ABDULLAH/RADAR CIREBON

CIREBON-Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI bekerjasama dengan Komisi I DPR RI, menggelar seminar di Hotel Prima, Senin (12/8). Seminar yang mengangkat tema “Waspada Berita Hoax di Tahun 2019” itu menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarsyah Fikarno, dan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kominfo Prof Dr Drs Henri Subiakto SH MA.

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarsyah Fikarno menjelaskan, seminar ini mencoba untuk mengajarkan dan memberikan informasi dalam penggunaan teknologi internet dalam pendistribusian informasi yang sehat. Karena itu, dirinya melalui Komisi I bekerjasama dengan Kominfo akan terus melakukan pembatasan bagi peredaran berita hoax melalui program sosialisasi dengan gerakan kampanye dan juga acara semacam ini.

Pasca pelaksanaan pilpres dan pemilu, kata Dave, hoax masih kerap terjadi, dalam hal ini berita hoax yang beredar mengenai radikalisme yang kerap kali mendeskreditkan pemerintah. “Jangan sampai berita ini terus mengarah yang tujuannya untuk menjatuhkan pemerintah, terdapat ribuan situs yang diblokir dan harus ada proses bagi orang yang membuat situs,” kata politisi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kominfo Prof Dr Drs Henri Subiakto SH MApada kesempatan itu menjelaskan terkait maraknya pinjaman lewat online. Menurutnya, pinjaman online seperti buah simalakama. “Bentuk pinjaman online bisa akan menjadi baik, akan tetapi sebaliknya bisa menyulitkan masyarakat karena dengan sistem yang tidak sesuai dengan perbankan,” ujarnya.

Dengan banyaknya laporan atas keresahan masyarakat akan pinjaman online, dirinya mengimbau agar masyarakat bisa terlebih dahulu untuk membaca perjanjian secara seksama. “Ya, kalau bisa masyarakat baca dulu perjanjian pinjaman online itu,” ujarnya. (abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *