STMIK IKMI Bantu E-Commerce Kampung KB Mertasinga

oleh -58 views
Pelatihan E Commerce kepada ibu-ibu di Kampung Keluarga Berencana di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Jumat lalu (16/8). FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Pelatihan E Commerce kepada ibu-ibu di Kampung Keluarga Berencana di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Jumat lalu (16/8). FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-STMIK IKMI Cirebon melakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) atas hibah Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdiskti) tahun 2019. Yakni dengan memberikan pelatihan E-Commerce kepada ibu-ibu di Kampung Keluarga Berencana (KKB) di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jumat lalu (16/8).

IKMI yang merupakan sekolah tinggi yang membidangi ilmu komputer, memberikan pemahaman atau cara pengembangan pemasaran melalui dunia digital atau elektronik. Salah satunya dengan memfasilitasi website khusus yang dirancang sesuai dengan kebutuhan. Produk yang dimaksud, sejenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah berkembang di kampung setempat. Seperti abon ikan, baso ikan, nugget ikan, dan hasil olahan ikan lainnya.

IKMI menggandeng Politeknik Pariwisata Prima Internasional. Khususnya dosen yang mengusai ilmu tata boga. Yaitu sebagai pemberian materi terhadap para ibu-ibu, mengenai bagaimana membuat produk makanan dengan waktu kedaluarsa yang lebih panjang dari biasanya.

Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga dosen IKMIĀ  Cirebon Fidya Arie Pratama menuturkan, dipilihnya KKB di Desa Mertasinga sebagai pengabdian dosen, berawal dari pembicaraan bersama para kader dan pelaku usaha setempat mengenai kendala yang kerap dialami dan menjadi penghambat.

“Awalnya ibu-ibu di sini hanya memasarkan produk melalui cara konvensional, dengan memasarkan langsung di sekolah-sekolah. Mereka belum sepenuhnya mengenal dunia internet. Kemudian kendala lain adalah waktu kadaluarsa yang terbatas,” ujarnya kepada Radar Cirebon di Kampus IKMI.

Melalui pengabdian tersebut Fidya berharap usaha setempat bisa berkembang. Bersaing dengan pelaku usaha dan bisnis lain yang telah lebih dulu memasarkan dengan cara digital. KKB di Desa Mertasinga, juga kerap memiliki keterbatasan dan pengetahuan mengenai cara design produk yang menarik dan mencantumkan cap halal pada produk milik mereka. “Kita juga berikan materi mengenai bagaimana mengemas produk agar lebih menarik untuk dilihat,” imbuh dia.

Wakil Ketua Kegiatan, Odi Nurdiawan menambahkan, pelatihan-pelatihan sejenis perlu digiatkan. Yakni untuk menunjang perekonomian tingkat paling bawah atau desa, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan pelaku-pelaku usaha baru yang mampu bersaing. “Antusias ibu-ibu sangat luar biasa mengikuti dan memahami setiap materi yang disampaikan. Mudah-mudahan melalui pelatihan ini, usaha sekitar bisa pesat,” bebernya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *