Bupati Karna Undang Wakil 11 Negara Pasarkan Wisata Majalengka

oleh -403 views
upacara-bendera
KIBAR SANG SAKA: Petugas Paskibraka mengibarkan bendera merah putih dalam upacara bendera HUT Republik Indonesia, di alun-alun Majalengka, Sabtu (17/8). FOTO: HUMAS SETDA FOR RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Seusai pelaksanaan upacara bendera HUT ke-74 Republik Indonesia, Bupati Majalengka Karna Sobahi dan Wakilnya, Tarsono D Mardiana, mengajak tamu undangan berkumpul dalam agenda riung mumpulung di halaman belakang rumah dinas bupati, Sabtu (17/8).

Halaman belakang rumah dinas tersebut “disulap” dengan dekorasi panggung yang menggambarkan kepahlawanan. Ada gambar dan patung Ir Soekarno, Jenderal Sudirman, dan pahlawan nasional asal Majalengka KH Abdul Halim. Selain itu juga nampak foto-foto besar para mantan bupati yang sudah meninggal.

Hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh unsur pemkab Majalengka, Forkopimda, keluarga besar KH Abdul Halim, masyarakat, dan utusan 11 negara yang tergabung dalam komunitas keramik yang sedang menggelar agenda di Jatiwangi.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, dekorasi tersebut menggambarkan semangat kepahlawanan. Tujuannya agar generasi penerus bangsa bisa belajar dan meneladani semangat para pahlawan untuk diterapkan dalam upaya membangun Majalengka.

“Harusnya kita malu dan merasa berdosa jika semangat para pahlawan tidak kita ikuti saat ini,” tandas bupati.

Terkait pemerintahan dan tugasnya bersama wakil bupati, Karna menegaskan tidak mungkin hanya bupati dan wakil bupati berdua membangun Majalengka. Sehingga pihaknya mengajak elemen lain untuk memotivasi, mendukung, dan turut berperan serta membangun Majalengka.

Bupati dan wakil bupati terus membangun silaturahmi dan sinergi dengan semua unsur untuk membangun kondusivitas Majalengka. Alasannya jika Kabupaten Majalengka kondusif maka pembangunan pun akan berjalan lancar.

“Saya tidak mau jika ada pihak lain yang merasa tidak diajakserta membangun Majalengka. Saya dan wabup akan terus berupaya melayani masyarakat, seperti yang diungkapkan Umar bin Khattab bahwa pemimpin adalah pelayan umat,” ujar Karna.

Bupati juga menyoroti potensi Majalengka khususnya sumber daya alam (SDA) yang luar biasa, namun belum diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sehingga potensi SDM Majalengka belum seluruhnya mampu mengelola SDA.

Sehingga pihaknya tidak segan mengundang investor, selama tidak mengganggu lingkungan dan kondusivitas masyarakat. Salah satunya mengundang perwakilan 11 negara yang sedang menjalankan agenda diskusi mengenai keramik di Jatiwangi.

Beberapa di antaranya yakni wakil dari Polandia, Norwegia, Denmark, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Australia. Pemkab akan meminta wakil 11 negara tersebut untuk sosialisasi dan memasarkan wisata Majalengka.

“Tapi saya juga mengingatkan OPD waspada dan introspeksi, agar tetap berinovasi sehingga terjadi perubahan yang positif,” pungkasnya.

Sementara Ketua panitia HUT ke-74 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Majalengka, Abdul Gani mengatakan, HUT RI diperingati dengan berbagai rangkaian acara. Selain upacara bendera, Kemerdekaan RI diisi dengan ziarah ke makam pahlawan nasional KH Abdul Halim, rapat paripurna istimewa DPRD mendengarkan pidato kenegaraan, upacara taptu/pawai obor, apel kehormatan dan renungan suci, riung mumpulung, gelar senja dan penurunan bendera, serta resepsoi HUT RI.

Sementara, dalam upacara peringatan HUT RI di Alun-alun Kabupaten Majalengka, Bupati Karna mengatakan hakikat kemerdekaan yang telah diraih adalah merdeka untuk berkarya, dan membangun mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara. Peringatan ini diharapkan dapat menggugah semangat patriotisme dan heroisme masyarakat.

“Dulu para pahlawan dan rakyat angkat senjata untuk meraih kemerdekaan dilandasi rasa nasionalisme yang tinggi. Kini sikap kita tegakkan keadilan, memberantas kemiskinan dan kembangkan kreativitas guna mewujudkan bangsa yang lebih bermartabat,” kata Bupati Karna.

Diakuinya tahun 2019 terasa istimewa karena telah Pilpres dan Pileg serentak berhasil digelar dengan tertib, aman dan lancar. Diingatkan perbedaan bukan alasan untuk saling membenci dan menghancurkan. Perbedaan harus dikelola agar tetap dinamis menuju Indonesia maju

“Mari kita lanjutkan untuk bersatu dan mendukung terlaksannya Pilkades serentak di 142 desa pada 2 November nanti,” ujar Karna. (ara/iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *