Kota Cirebon Punya Kelurahan dengan Kerawanan Pangan

oleh -36 views
Walikota Cirebon Nashrudin Azis meminta olahan makanan selain beras yang variatif, agar masyarakat bisa beralih dari beras. FOTO: AGUS RAHMAT/RADAR CIREBON
Walikota Cirebon Nashrudin Azis meminta olahan makanan selain beras yang variatif, agar masyarakat bisa beralih dari beras. FOTO: AGUS RAHMAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang tidak mencukupi, dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi nasional.

Untuk itu Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon melakukan rapat koordinasi, untuk mengevaluasi kondisi ketahanan pangan untuk Semester I Tahun 2019. Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH mengatakan, wilayah Kota Cirebon hanya sedikit memiliki lahan pertanian.

Sehingga hasilnya tidak akan mencukupi untuk kebutuhan pangan warganya. Oleh karenanya, untuk menjaga ketahanan pangan, pihaknya akan terus memantau distribusi beras yang berasal dari luar daerah. Jangan sampai distribusi itu terganggu yang menyebabkan kerawanan pangan.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pengembangan variasi jenis makanan pokok. Karena selama ini, sebagian besar masih bergantung pada sumber pangan beras. Padahal banyak sumber karbohidrat lain selain beras yang berada disekitarnya.

“Kita harus melepaskan secara bertahap ketergantungan terhadap beras. Ciptakan makanan pokok berbahan dasar seperti talas, jagung dan tepung lainnya,” terangnya seusai membuka rakor di Aula Kantor Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon, Selasa (20/8).

Bila diolah dan dikemas dengan baik, kata Azis, makanan selain beras bisa menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Variasinya bisa berupa mirip beras, kue dan olahan lainnya. Dengan demikian ketergantungan bisa sedikit demi sedikit dikurangi.

Sementara Kepala DPPKP Kota Cirebon Ir Yati Rohayati menambahkan, aspek yang penting dalam ketahanan pangan di Kota Cirebon adalah aspek distribusi, ketersediaan dan konsumsi pangan. Ini akan dievaluasi dan dibahas untuk pelaksanaan semester I dan merencanakan ketahanan pangan untuk semester berikutnya.

Disampaikannya, Kota Cirebon memiliki daerah rawan pangan, yakni di Kelurahan Argasunya. Namun bukan berarti satu kelurahan atau satu RW itu rawan pangan, tapi hanya beberapa kepala keluarga saja. Pihaknya sudah mengambil langkah dengan memberikan bantuan langsung. “Dalam waktu dekat ini, kita harapkan kerawanan pangan sudah tidak ada lagi di Kota Cirebon,” pungkasnya. (gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *