Pemkot-Pemkab Sudah Deal Soal TPS Perbatasan, DLH Tunggu Instruksi Tutup TPS Nyi Mas Gandasari

oleh -17 views
Petugas di TPS Jl Nyi Mas Gandasari mengangkut sampah dari TPS untuk dibawa ke TPA Kopi Luhur. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Petugas di TPS Jl Nyi Mas Gandasari mengangkut sampah dari TPS untuk dibawa ke TPA Kopi Luhur. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon segera membahas lagi nota kesepahaman tempat pembuangan sampah (TPS) di perbatasan. Pembahasan di tingkat kepala daerah itu, kabarnya sudah masuk tahap akhir.

Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati mengaku telah menemui bupati di kantornya. Kemudian dilanjutkan dalam pembahasan pekan depan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon Jl RA Kartini. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan apa saja hal yang menjadi kesepakatan. “Intinya pembahasan TPS perbatasan ini sudah masuk tahap akhir,” katanya kepada Radar Cirebon.

Eti juga belum bersedia menyebutkan poin-poin yang menjadi kontribusi dari kedua pemerintah daerah. Termasuk teknis dari TPS itu sendiri. Diprediksi, salah satu poin itu terkait dengan armada TPS Mobile. Mengingat salah satu fasilitas penampungan sampah di perbatasan Kota/Kabupaten Cirebon, rencananya bakal ditutup.

Politisi Partai Nasdem itu menyebut, masalah persampahan menyangkut hajat hidup orang banyak di kedua wilayah. Sehingga pembahasannya harus benar-benar menghasilkan solusi yang tepat. Warga kota dan kabupaten bisa membuang sampah tanpa ada ekses yang ditimbulkan dari sampah itu sendiri. “Kami dan pak bupati sebenarnya sudah punya konsep masing-masing, tinggal menyatukannya dengan menghasilkan solusi yang terbaik,” tandasnya.

PENUTUPAN TPS PRUJAKAN TEUNGGU INTRUKSI

Setiap harinya, produksi sampah di wilayah Kota Cirebon ditaksir mencapai 1.200 meter kubik. dari jumlah itu, 700 meter kubik diantaranya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur. Sementara sisanya tersebar ke lokasi lainnya.

Masalah sampah ini kian menghantui saat TPSS yang seharusnya menjadi tempat penampungan sampah sementara kondisinya kurang terawat. Volume sampah melebihi kapasitas hingga aroma busuk yang dihasilkan sangat mengganggu aktivitas warga di sekitarnya. hal ini membuat Pemerintah Kota Cirebon terus mencoba berbagai upaya. termasuk dengan rencana penutupan seluruh TPS yang ada di Kota Cirebon.

Salah satu solusi yang bakal ditempuh ialah menutup beberapa TPSS, termasuk di Jl Nyi Mas Gandasari (Prujakan). Rencana penutupan yang disebut-sebut di awal Agustus, sepertinya bakal tertunda.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Supriyanto mengatakan, sejauh belum ada intruksi lanjutan terkait penutupan TPSS Prujakan. DLH Sendiri telah merampungkan sosialisasi dan hal-hal yang dirasa perlu. “Kita sudah membicarakan dengan warga dan Kelurahan Pekalangan. Mereka setuju. Tinggal nunggu instruksi dari atasan kapan akan ditutup,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Supriyanto melanjutkan, DLH akan secara bertahap menutup seluruh TPS di Kota Cirebon. Dari 28 TPS aktif yang dikelola DLH, pada tahun 2019 ini nantinya tinggal 20 saja. Setelah 2 TPS yakni TPS Wahidin dan TPS Kesambi ditutup, menyusul 6 TPS lagi yang rencanaya akan ditutup. Yakni TPS Bima, TPS Gunungsari, TPS Buyut yang berada di Pronggol dan TPS Kimiajaya di wilayah Pegambiran. “Kalau sekarang yang sudah dipastikan itu baru TPS Prujakan atau TPS jalan kembar. Berikutnya TPS yang lainnya, karena masih tahap telaahan,” ujarnya.

Setelah TPS Prujakan ditutup, nantinya warga akan membuang ke TPS Mobile yang akan stand by di beberapa titik penjemputan. Warga akan membuangnya di titik penjemputan TPS Mobile yang berada di RW 07 dekat kantor Kelurahan Pekalangan dan di belakang Toserba Yogya Baru.

Disinggung soal kesiapan armada sampah untuk TPS Mobile di wilayah Pekalangan dan Pekalipan, Supriyanto mengatakan semuanya sudah siap. Pihaknya akan menyiapkan dua buah dump truck. “Semuanya sudah kita siapkan. Tinggal bagaimana teknisnya saja. makanya nanti sebelum dilaksanakan akan ada trial dulu beberapa hari, supaya masyarakat juga paham,” pungkasnya. (awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *