Balita di Cirebon Meninggal setelah 5 Hari Koma Digigit Ular Weling

oleh -392 views
BALITA-KOMA-DIGIGIT-ULAR-BERBISA
Balita meninggal digigit ular berbisa beberapa hari lalu Foto: Istimewa

CIREBON – Balita asal Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang digigit ular meninggal dunia. Sebelumnya mengalami koma selama 5 hari akibat digigit ular berbisa jenis weling khas Cirebon.

Bocah 4 tahun itu menghembuskan napas terakhir di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSD Gunung Jati Cirebon Rabu malam (12/2) sekitar pukul 20.23 WIB.

Meninggalnya korban dibenarkan langsung oleh pihak rumah sakit. “Betul, pasien meninggal,” ujar Kasubag Humas RSD Gunung Jati Arif Wibawa Rumana SKep MPH saat dikonfirmasi Radar Cirebon, tadi malam, tak lama setelah berseliweran informasi terkait meninggalnya balita tersebut.

Siang hari sebelum meninggal, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSD Gunung Jati dr Siti Maria mengatakan bahwa balita A digigit ular jenis weling. Pihaknya dan dokter yang menangani telah melakukan berbagai upaya, termasuk memasukan anti bisa kepada pasien.

Namun, upaya tersebut tak memberikan pengaruh karena anti bisa tersebut diperuntukkan terhadap ular jenis welang. “Karena anti bisa produk Indonesia yang diberikan kepada A untuk ular welang. Sedangkan korban ini tergigit ular jenis weling khas Cirebon. Jadi beda antara ular welang dan weling,” kata Maria kepada media.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (7/2). Korban langsung dilarikan RS Putera Bahagia, kemudian dipindahkan atau dirujuk ke RSD Gunung Jati. Untuk menangani korban, tim dokter RSDGJ mendatangkan ahli bisa ular dari WHO yang bertugas di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr dr Tri Maharani MSi SpEM.

Berbagai upaya memang telah dilakukan pihak RSD Gunung Jati. Termasuk perawatan intensif sejak Sabtu (8/2). Tri Maharani juga sempat melihat langsung kediaman korban, lokasi di mana ia digigit.

Berbagai ahli juga diturunkan untuk menangani korban. Seperti dokter spesialis bisa ular, spesialis bedah, dan dokter spesialis anak. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Tadi malam korban dinyatakan meninggal dunia.

Sementara terkait biaya pengobatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni SMK MKes memastikan sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Cirebon.

“Biaya pengobatan balita ini ditanggung pemerintah daerah dan sudah disetujui oleh Pak Bupati dan Pak Sekda. Pembiayaan ditanggung oleh pemerintah daerah lantaran keluarga ini tidak memiliki kartu BPJS,” terang Enny.

Dia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati. Apalagi saat ini musim hujan dan beberapa kali terjadi banjir.

“Terutama rumah warga yang berdekatan dengan kebun dan sawah. Lebih hati-hati. Khawatirnya ular akan masuk rumah dan bersembunyi di tempat-tempat yang tak terlihat,” pesan Enny. (ade/sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *