Harga Tinggi, Pengiriman Bawang Putih Dibatasi

oleh -20 views
DIBATASI: Akibat harga bawang putih di pasar tradisional masih tinggi, membuat pengiriman jenis sayuran impor itu dibatasi kepada setiap pedagang. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Akibat harga bawang putih di pasar tradisional masih tinggi, membuat pengiriman jenis sayuran impor itu dibatasi kepada setiap pedagang. Salah satunya dialami Ega (20), pedagang di Pasar Baru Kabupaten Kuningan asal Desa Puncak Kecamatan Cigugur Kuningan.

Saat ditemui awak media, Rabu (11/2), Ega mengaku, bahwa bawang putih yang diterima dari bandar sayur asal Cirebon kini mulai dikurangi. Jika biasanya menerima bawang putih hingga 60 kilogram, kini hanya dipatok sekitar 10-20 kilogram setiap pengiriman.

“Harga bawang putih masih tinggi, sekarang harganya Rp80 ribu/kilogram. Kalau seminggu ke belakang hanya seharga Rp40 ribu/kilogram,” katanya.

Ia menduga, pembatasan kiriman bawang putih akibat kelangkaan membuat harga di pasaran masih tinggi. Langkanya sayur jenis impor itu diperkirakan belum adanya kiriman dari negara penghasil bawang putih yakni China.

“Ya itu mungkin karena virus corona, jadi dari sana (China, red) tidak ada pengiriman. Informasinya sih gitu, kan bawang putih banyaknya dari China ya,” ujarnya.

Akibat tingginya harga bawang putih, Ia cukup kebingungan untuk menjualnya kepada para pembeli. Sebab banyak pembeli keberatan dengan patokan harga tinggi, namun di sisi lain stok bawang putih terbatas. “Saya juga baru dikirim lagi bawang putih dua hari ke belakang, itu juga cuma dikasih 10 kilogram dari bandarnya. Biasanya bisa dikirim sampai 60 kilogram sebelum harganya naik,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Nani (40), salah satu pedagang di Pasar Kepuh. Ia menyebut, stok bawang putih kini mulai menipis. “Kalau stok sudah nggak banyak sekarang, harga juga masih tinggi. Beda sama bawang merah, sekarang harganya turun jadi Rp28 ribu/kilo, kalau seminggu ke belakang harga sampai Rp40 ribu/kilogram,” sebutnya.

Dia menjelaskan, harga tinggi juga terjadi pada sayur jenis cabai jablay yakni Rp75 ribu/kilogram dan cabai merah Rp65 ribu/kilogram. Tingginya harga cabai diduga karena musim penghujan, sehingga membuat sebagian petani cabai gagal panen. “Mungkin karena sering hujan, jadi panen berkurang. Tapi kalau cabai hijau itu stabil Rp24 ribu/kilogram, untuk cabai jablay normalnya itu hanya seharga Rp30 ribu/kilogram dan sudah seminggu ini masih mahal,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *