Warga Kecewa Gas Naik Diam-diam

oleh -962 views
PGN-DOK
Ilustrasi. Foto: Dok. PGN

CIREBON – Terhitung mulai awal tahun ini, tarif gas alam untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil di wilayah Cirebon mengalami kenaikan. Warga menyebut tak ada sosialisasi. Tiba-tiba dikirimi surat pemberitahuan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Kenaikan tersebut membuat pelanggan menjerit. Anna Liana, warga Surapandan, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, mengaku terkaget-kaget saat mengetahui adanya kenaikan tersebut.

Pasalnya kenaikan tersebut belum pernah disosialisasikan kepada warga. Ia yang biasanya hanya membayar rata-rata Rp25 ribu per bulan, kini harus membayar tagihan gas hingga Rp70 ribu per bulan.

“Sebelumnya kan belum ada pemberitahuan sedikit pun. Pemberitahuan itu, kalau tidak salah saya terima dari SMS. Betapa kagetnya saya pas kenaikan tagihannya lebih dari 100 persen,” ungkapnya kepada Radar Cirebon, kemarin.

Padahal, ia sendiri baru menjadi pelanggan PGN sekitar 5 bulan. Ia cukup kecewa karena kebijakan kenaikan tarif gas tanpa sosialsasi alias diam-diam dan besaranya yang sangat tinggi. Terlebih di tengah melonjaknya harga kebutuhan dasar rumah tangga yang juga mengalami kenaikan.

“Harusnya fair. Kalaupun naik ya 10-20 persen itu ya mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau lebih dari 100 persen, kan tidak semua pelanggan mampu untuk membayarnya,” tegasnya.

Ketua RW 12 Bumi Kalijaga Permai, Pujo Kahono mengatakan beberapa hari lalu seluruh warga pelanggan PGN di lingkungannya PGN sudah menerima surat edaran pemberitahun tersebut. Kenaikan terhitung mulai Januari lalu.

“Kenaikanya sampai lebih dari 100 persen. Ada yang sebelumnya cuma 20 ribuan, sekarang sampai Rp80 ribu. Ya banyak juga yang ngeluh,” ungkapnya, kemarin.

Pada kesempatan lain, salah satu ibu rumah tangga yang ditemui Radar, Muflihah, mengaku keberatan dengan kenaikan tesebut. Pasalnya sebelumnya tidak ada pemberitahuan apa pun. Pemberitahuan terakhir menurutnya terkesan mendadak dan langsung memutuskan kenaikan tarifnya yang mencapai lebih dari 100 persen.

“Kalau saya sih merasa keberatan. Karena sekarang kan apa-apa naik. Ini ditambah gas alam juga naik. Kan gimana gitu ya. Sementara kebutuhan yang lain juga ada,” ungkap warga Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, tersebut.

Pada Selasa lalu (11/2)sejumlah pelanggan yang rata-rata kaum ibu sampai mendatangikantor Perusahaan Gas Nasional (PGN) Cirebon yang beralamat di Jl Veteran Kota Cirebon.Mereka mempertanyakan langsung alasan kenaikan tarif yang dianggap mencekik itu.

Ada konsumen atau pelanggan yang biasanya membayar Rp800 ribu kini menjadi Rp2 juta. Juga ada konsumen biasanya membayar Rp60 ribu, tiba-tiba tagihan gas naik menjadi Rp186 ribu. Selain itu, ada pelanggan biasanya membayar tagihan gas Rp30 ribu tiap bulan, kini berubah menjadi Rp90 ribu.

Pantauan Radar di ruang pelayanan customer service (CS), terlihat ibu-ibu silih berganti datang dengan membawa sejumlah dokumen. Salah satunya surat pemberitahuan kenaikan tarif yang dikirim PGN ke rumah-rumah warga.

Salah satunya Sri, warga Harjamukti. Dia mengaku kedatangannya ke PGN untuk memprotes kenaikan tarif gas yang dianggap berlebihan. Jika selama ini dirinya membayar tarif Rp60 ribu per bulan, kini jadi Rp186 ribu. “Saya ke sini (kantor PGN Cirebon, red) mau menanyakan alasan tagihan gas naik,” tandas Sri.

Seorang pedagang bakso yang juga mendatangi kantor PGN Cirebon ikut menanyakan kepastian kenaikan ini. Pedagang ini bingung, karena dengan adanya kenaikan tarif gas, dia bingung membayar gaji karyawan. Selama ini ia membayar tagihan gas Rp800 ribu per bulan, kini menjadi Rp2 juta.

Dalam catatab Radar, surat PGN yang dikirimkan ke rumah-rumah warga ditandatangani Sales Area Head Cirebon, Makmuri, tanggal 28 Januari 2020. Surat itu perihal pemberitahuan penyesuaian harga gas untk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil.

Dalam surat dijelaskan berdasarkan peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 23/2019 dan Nomor 24/2019 tanggal 4 November 2019 soal harga jual gas bumi melalui pipa untuk konsumen rumah tangga dan pelanggan kecil pada jaringan distribusi Kota/Kabupaten Cirebon. Kemudian keputusan Direksi PGN tanggal 15 Januari 2020 tentang penetapan harga gas untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil di sejumlah kota/kabupaten di Indonesia. Termasuk Kota/Kabupaten Cirebon.

Atas dasar itulah, diberlakukan besaran harga gas PGN untuk pelanggan RT-1, pelanggan RT-2, Pelanggan PK-1 dan pelanggan PK-2 sebagaimana diatur BPH Migas dan SK Harga Gas RT dan PK Kota/Kabupaten. Dan ditentukan harga RT-1 Rp4.500/meter kubik, harga RT-2  Rp6 ribu per meter kubik, PK-1 Rp4.250 per meter kubik dan Harga PK-2 Rp6 ribu per meter kubik. Harga baru itu mulai 1 Januari 2020.

Masih dalam surat itu disebutkan untuk pengendalian pasokan gas bagi pelanggan yang menggunakan gas di atas pemakaian maksimum per bulan kontrak. Maka, terhadap setiap kelebihan pemakaian gas dikenakan biaya tambahan sebesar 120 persen dari harga gas yang berlaku. Juga disebutkan bahwa dalam hal terdapat perubahan harga gas dan atau regulasi dari pemerintah maka dapat dilakukan penyesuaian harga gas di kemudian hari.

Sumber Radar di internal PGN Cirebon mengatakan, kenaikan tarif gas itu sebenarnya diputuskan oleh BPH Migas. PGN mengklaim pernah melakukan sosialisasi pada Agustus 2019. Saat itu belum disebutkan angka kenaikannya karena masih menunggu keputusan BPH Migas.

“Sejak tahun 2012 sampai 2019 sebenarnya tarif gas alam di Cirebon tidak pernah naik. Baru naik sekarang,” ujar orang dalam PGN Cirebon yang meminta namanya tak dikorankan itu. (awr/abd)

One thought on “Warga Kecewa Gas Naik Diam-diam

  1. Pantesan, biasa bayar 6500, pas bayar tanggal 7 bulan ini jadi 62000. Kirain anaku sudah mulai jualan masakan..
    Ternyata oh ternyata..
    EKONOMI MEROKET !!!
    EH, HARGA2 MEROKET !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *