Geger Virus Corona dan Meningkatnya Penggunaan Masker

oleh -25 views
CEGAH: Warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

Geger virus corona (COVID-2019) di Tiongkok membuat masyarakat menjadi ekstra waspada. Betapa tidak, penyebaranya yang masif membuat siapapun ngeri. Belakangan, penggunaan masker meningkat. Banyak apotek kehabisan stok.

KHOIRUL ANWARUDIN, Cirebon

PENGGUNAAN masker tidak 100 persen dapat mencegah terpapar virus. Kendati demikian, penutup wajah ini belakangan ramai diburu masyarakat. Sehingga tempat-tempat penjualnya kehabisan stok.

Di satu sisi, masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Namun, perlu juga dipahami cara lain untuk menjaga kondisi kesehatan.

Kepala Puskesmas Kesambi, dr Sulfianty Irfan mengakui, fenomena virus corona memang berdampak pada semakin pedulinya masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatan. Masyarakat juga menjadi tahu bahwa penyebaran virus tersebut dapat melalui udara penderita yang dihirup oleh orang lain.

Hal itu tentu menjadi sinyal positif. Tapi, kepanikan yang berlebihan juga tidak baik. Yang terpenting, masyarakat tahu akan manfaat dan fungsi dari penggunaan masker itu sendiri.

“Sekarang kan informasi dengan sangat cepat menyebar, apalagi terkait dengan virus corona. Sehingga orang orang juga semakin berusaha memproteksi dirinya dari hal-hal yang membahayakan,” ujar Sulfianty, kepada Radar Cirebon, Kamis (13/2).

Fungsi masker sendiri kata Sulfianty merupakan salah satu alat perlindungan diri (ADP). Penggunaan masker tidak terbatas pada petugas kesehatan. Tapi penggunaanya juga dianjurkan bagi masyarakat umum. Khususnya di lingkungan yang rawan akan penyakit menular.

Masker berfungsi untuk mencegah penularan dan juga penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri dan virus. Seperti penyakit Tuberculosis (TB), Rubella dan Influenza. Masker juga berfungsi untuk menghindari polusi udara. “Bagi yang punya alergi debu, itu sangat dianjurkan banget memakai masker. Selain itu juga bisa untuk mencegah paparan negatif sinar matahari. Banyak manfaatnya,” lanjutnya.

Menurut Sulfianty, sebenarnya pencegahan terhadap virus corona tidak hanya dengan menggunakan masker. Pencegahan virus corona juga bisa dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh. Seperti misalnya dengan rajin mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mengelola stres, menjaga waktu istirahan dan rutin berolahraga.

“Dengan sering cuci tangan pakai sabun juga menjadi salah satu cara pencegahanya. Tapi mungkin pakai masker dianggap lebih praktis sehingga banyak dipakai oleh orang-orang saat ini,” tukasnya.

Seperti diketahui, belakangan penjualan masker di sejumlah Apotek di Kota Cirebon meningkat. Ketersediannya pun mulai menipis.

Apotek Kimia Farma 493 Jl Kesambi atau yang lokasinya tepat berada di seberang RSD Gunung Jati, stok masker mulai menipis. Rabu (12/2) hanya tinggal 1 karton (144 lembar). Bahkan di Apotek Kita Farma Jl Perjuangan, sudah tidak menjual masker lantaran stok habis. Dan hingga saat ini belum mendapatkan pengiriman dari supplier.

Sudah 3 pekan terakhir permintaan masker meningkat. Atau sejak geger virus corona, terlebih ketika terdengar ada salah satu pasien suspect corona dirawat di rumah sakit yang ada di Cirebon. Meski belakangan pasien tersebut juga sudah dinyatakan negatif. (*)

One thought on “Geger Virus Corona dan Meningkatnya Penggunaan Masker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *