Meski Bukan Kewenangan, PUPR Upayakan Perbaikan Tanggul Sungai Ciwaringin

oleh -154 views
PARAH: Tanggul Sungai Ciwaringin di Desa Tegalgubug Kidul, Kecamatan Arjawinangun, ambles karena derasnya aliran sungai. Meski kewenangan BBWSCC, namun pemkab dan pemdes juga bisa membantu jika kondisinya darurat. FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Cirebon merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC). Sehingga, untuk perbaikan dan normalisasi menjadi kewenangan BBWSCC pula.

Namun demikian, Dinas PUPR Kabupaten Cirebon tidak akan tinggal diam ketika ada kondisi darurat seperti yang terjadi saat ini. Sebut saja tanggul Sungai Ciwaringin di Desa Tegalgubug Kidul, yang ambles karena terbawa arus. Dan beberapa tembok tanggul jebol lainnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon, Rachman Hidayat menyampaikan, pihaknya akan melakukan upaya berdasarkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Namun dengan catatan, anggarannya memungkinkan.

“Kalaupuan ada anggaran, kita harus izin dulu ke BBWS. Kita lakukan koordinasi juga terkait rencana penanganan yang akan kita lakukan,” ujar Rachman kepada Radar Cirebon, Kamis (13/2).

Dikatakannya, koordinasi yang dimaksud, termasuk melakukan komunikasi rancangan konstruksi untuk penanggulangan tembok tanggul yang jebol. “Nanti konstruksinya juga dilihat dulu oleh BBWS,” ucapnya.

Sebelum dilakukan penanggulangan permanen, pihaknya terlebih dahulu melakukan cek dan survei lapangan. Setelah itu, dicatat dan diusulkan untuk dilakukan penanggulangan permanen. “Tapi untuk memperkuat, pihak desa juga boleh membuat proposal permohonan penanggulangan permanen,” jelasnya.

Menurutnya, untuk penanggulangan tembok tanggul jebol tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Melainkan harus melalui penganggaran di tahun berikutnya. “Kalau di anggaran perubahan tahun ini ada (anggarannya), berarti nanti bisa dilaksanakan tahun ini,” katanya.

Sebaliknya, jika dalam anggaran perubahan tidak ada anggarannya, maka akan dianggarkan pada tahun berikutnya. “Kalaupun harus sekarang, ya kita cek dulu apakah bisa dilakukan dengan pemasangan beronjong atau tidak. Kalau bisa, nanti kita paling bisa bantu beronjongnya saja. Batu-batu dan lainnya dari desa,” tandasnya. (via)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *