Sepekan sebelum Digigit, Rumah Balita Sempat Didatangi Ular

oleh -550 views
rumah-balita-digigit-ular-berbisa
Suasana rumah balita yang meninggal digigit ular, kemarin. Keluarga balita itu mengaku seringkali warga menemukan ular, termasuk pekan lalu sebelum akhirnya menggigit korban. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

CIREBON – Rumah balita yang meninggal digigit ular itu di Dusun IV Blok Wage, RT 06 RW 07, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu. Di wilayah tersebut ternyata sering muncul ular.

Terlebih saat musim hujan seperti saat ini. Ada saja warga yang mengetahui adanya ular masuk kampung mereka.

Mukmin ayah dari sang korban, mengatakan, sebelum kejadian telah banyak ular yang masuk ke perkampungan. “Sudah biasa di sini warga melihat ular,” ujar Mukmin saat dijumpai Radar Cirebon di rumahnya, Kamis (13/2).

Ia mengatakan, sebelum anaknya digigit ular, satu pekan sebelumnya rumahnya juga didatangi ular. “Tapi ular itu belum masuk ke rumah. Cuma sampai di depan rumah kami. Salahnya saya tidak mematikan ular itu,” ucap Mukmin.

Ia menjelaskan, perkampunganya tersebut banyak ular karena dahulunya merupakan perkebunan. Selama ada ular, lanjutnya, belum ada warga yang digigit. Justru kejadian itu menimpa anaknya.

“Selama ini belum ada warga yang digigit atau jadi korban ular seperti anak saya,” jelasnya.

Mukmin mengaku tidak mengetahui secara pasti pada pukul berapa anaknya digigit ular. “Anak saya mulai tidur itu jam 10 malam (Jumat malam, 7/2, red). Tiba-riba jam setengah 12 saya lihat ada ular di dekat anak saya, posisi di kaki. Saya gak tahu pada jam berapa anak saya digigit ular itu,” tuturnya.

Begitu mengetahui anaknya digigit ular, Mukmin serta keluarga langsung melakukan evakuasi ke rumah sakit. Saat itu ia mengakui tidak ada upaya darurat untuk menghambat bisa ular menjalar.

“Karena panik lihat ada gigitan ular di kaki anak saya, maka langsung saja dibawa ke Rumah Sakit Putera Bahagia, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati,” lanjut Mukmin.

Setelah lima hari koma di RSD Gunung Jati, balita 4 tahun itu tak tertolong. Dia meninggal dunia di ruang di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSD Gunung Jati Cirebon Rabu malam lalu (12/2) sekitar pukul 20.23 WIB.

“Anak kami sudah dimakamkan tadi (kemarin, red) jam setengah 11 siang,” tutur Mukmin.

Sementara paman korban, Adin, mengatakan, banyaknya ular di perkampungan itu sudah menjadi pemandangan umum bagi warga.

“Sudah sering ular masuk rumah warga, muncul di jalan perkampungan. Tetapi begitu ketemu ular masuk rumah warga, biasanya warga langsung membunuhnya supaya tidak masuk rumah,” ungkapnya.

Adin mengatakan, di perkampungannya ada beberapa jenis ular. “Jenisnya sih banyak, tapi yang paling banyak itu ular weling yang kemarin gigit keponakan saya,” ucapnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *