33 Orang Gila akan Disembuhkan, Lolos Evakuasi Dikirim ke RSMM Bogor

oleh -45 views
DIKIRIM KE BOGOR: Secara simbolis sebanyak 33 ODGJ di seluruh Kabupaten Majalengka akan menjalani proses penyembuhan untuk kali kedua, setelah sebelumnya tahap awal pada Desember lalu. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sebanyak 33 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Kabupaten Majalengka akan menjalani penyembuhan intensif ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor, Kamis (13/2). Pengiriman 33 orang tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Majalengka. Sebelumnya sebanyak 32 ODGJ sudah dipulangkan dan tengah dilakukan penyembuhan.

“Dari 35 calon pasien ODGJ, hanya 33 lolos evakuasi karena dua orang lainnya tidak hadir. Evakuasi ini merupakan tahap kedua pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan upaya penyembuhan secara bertahap,” kata Kadinkes H Alimuddin SSos MM MMKes, Kamis (13/2).

Alimudin menjelaskan, berdasarkan regulasi Permenkes nomor 4 tahun 2019 tentang standar teknis pemenuhan mutu pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan ada 12 points. Salah satunya pelayanan terhadap ODGJ berat. “Kami target tahun 2020 ini harus sudah 100 persen,” jelasnya.

Dia mengungkapkan munculnya jumlah pasien ODGJ ini diketahui setelah adanya kegiatan 100 hari bupati dan wakil bupati melalui kebijakan puskesmas ‘nganjang ka Imah’. Hasilnya terjaring sebanyak 1.200 ODGJ berat yang tersebar di seluruh puskesmas di Majalengka.

“Di antaranya dari 1200 itu ada yang belum tersentuh oleh perawatan medis atau Rumah Sakit Jiwa. Sehingga cakupan SPM baru mencapai 76 persen dari target 100 persen,” ungkapnya.

Kasi Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM), H Mumu Hermawan SKM menambahkan supaya target mencapai 100 persen dilakukan evakuasi secara massal untuk menjalani pemeriksaan yang sudah bekerjasama (MoU) dengan RSMM, Bogor.

“Evakuasi sekarang (kemarin, red) ini merupakan yang kedua setelah MoU pertama itu. Sebelumnya Desember tahun 2019 lalu dilakukan evakuasi 32 dan sudah dikembalikan dengan kondisi pasien berangsur membaik,” jelasnya.

Mumu menambahkan, evakuasi massal 33 ODGJ berat yang terjaring dari seluruh Puskesmas itu akan dilakukan perawatan selama 26 hari. Terhitung pada 9 Maret mendatang, RSSM itu akan mengembalikan pasca rawat ke Dinkes kabupaten Majalengka yang direncanakan penerimaan di kantor Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Majalengka.

Menurut dia, ketika ODGJ pasca rawat diharapankan ke depannya harus ada peran dari sektor terkait salah satunya pemberdayaan supaya tidak kembali kambuh. Peran itu baik sosial maupun ekonomi. “Artinya kami harapkan semua sektor harus merangkul. Di antaranya desa, elemen masyarakat, Dinas terkait dan lainnya. Sehingga tidak kembali kambuh,” harapnya.

Dalam pengobatan selanjutnya bisa dilaksanakan di puskesmas setempat. Pihaknya berkomitmen di tahun 2020 ini akan menghabiskan sisa ODGJ untuk dilakukan kembali evakuasi secara massal. Sehingga Majalengka bebas pasung atau ODGJ berat guna tercapainya menuju Majalengka Raharja.

Sementara itu Promotor Kesehatan Jiwa RSMM, Iyet Yuliana SKM MAM usai melepaskan puluhan calon pasien ODGJ, menjelaskan kegiatan ini merupakan pelayanan jiwa masyarakat Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pihaknya bekerja sama dengan Dinkes bersama RS Marzuki Mahdi dibawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas kesehatan (Dinkes) serta Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Dari jumlah ODGJ yang didaftarkan ada 35 orang, hanya yang hadir cuman 33 orang, sesuai dengan standar ODGJ berat. Indikasi rawat kita lakukan evakuasi perawatan dan pengobatan di RS Marzoeki Mahdi,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Iyet, praktisi medis punya target sampai berapa lama pasien itu pulih dan bisa dipulangkan minimal bisa memenuhi dasar perkembangan aktivitas kesehariannya. Pasien yang sebelumnya tidak bisa diarahkan menjadi bisa diarahkan. Namun demikian ketika sudah selesai dalam pengobatan dan perawatan oleh psikiater-nya tentu jika masih butuh penanganan maka akan ditambah lagi hari rawatnya.

Iyet mengharapkan dalam penanganan selama 26 hari itu semoga mereka bisa sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama keluarganya saat nanti dipulangkan pada tanggal 9 maret 2020 mendatang. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *