Ibadah Haji Terancam Virus Corona, Dubes Arab Saudi Jamin Keamanan dan Keselamatan Jamaah

oleh -32 views
KAKBAH-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi tengah mengantisipasi berbagai ancaman yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2020. Salah satunya wabah virus corona Covid-19, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed al-Thaqafi menegaskan, bahwa keamanan dan keselamatan para jamaah haji, termasuk yang berasal dari Indonesia, merupakan prioritas utama.

“Kami mulai menerapkan segala aturan untuk melindungi jamaah dari penyakit (virus corona Covid-19). Insyaallah, ibadah haji tahun ini berjalan lancar,” kata Dubes Essam, Kamis (13/2).

Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat jatah kuota haji terbesar. Untuk kuota haji tahun lalu, jumlahnya berkisar 220-230 ribu.

“Kuota haji untuk Indonesia adalah yang terbesar, sekitar 240 ribu. Tahun lalu, kami naikkan kuotanya 10 ribu,” ujarnya.

Virus corona Covid-19 diyakini berasal dari sebuah pasar hewan liar di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei. Virus itu kini telah bermunculan di banyak negara.

Untuk wilayah Timur Tengah, virus corona Covid-19 dilaporkan muncul di Uni Emirat Arab. Total infeksi corona di negara tersebut hingga Rabu kemarin, mencapai delapan kasus.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat, ada tambahan 14.840 kasus corona di Hubei per Kamis ini. Total infeksinya di seantero Tiongkok kini mencapai 48.206.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan nama resmi dari virus corona terbaru menjadi Covid-19. Nama diambil dari tiga bagian, yakni “corona,” “virus” dan “disease” atau penyakit.

Sementara angka 19 diambil dari tahun kemunculan virus, yakni 2019. Pemilihan nama Covid-19 diambil WHO untuk menghindari misinformasi dan juga stigmatisasi terhadap hewan atau negara tertentu.

Belajar dari kesalahan di masa lalu, WHO akan menghindari penamaan virus atau penyakit yang berhubungan dengan negara atau kawasan tertentu. Seperti pada 2012, virus corona yang muncul di Timur Tengah dinamakan sebagai Middle East Respiratory Syndrome (MERS). (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *