Penataan Kolong Fly Over Belum Prioritas, Selain APBD Dimungkinkan Kerja Sama dengan Swasta

oleh -34 views
BELUM TERMANFAATKAN: Kondisi area di bawah Fly Over Pegambiran, Kamis (13/2). Hingga saat ini, belum ada pemanfaatan yang dilakukan termasuk untuk menambah ruang publik. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Penataan area di bawah Fly Over Pegambiran dipastikan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon sendiri menginginkan untuk menggarap kawasan tersebut. Tetapi, bertahap setelah pekerjaan lain diselesaikan.

Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengakui, penataan kolong Fly Over Pegambiran belum bisa terakomodir di tahun anggaran 2020 ini. Bahkan, di tahun anggaran 2021 juga sepertinya program tersebut belum masuk dalam perencanaan.

Untuk tahun ini, prioritas pemkot pada penataan penataan kawasan yang sudah masuk dalam skala prioritas terlebih dahulu, seperti penataan kawasan Sungai Sukalila hingga ke dermaga pesisir.

“Kami di tahun 2020 akan melakukan penataan yang prioritas dulu, namun nanti pada akhirnya semua kawasan termasuk di bawah jalan layang, kita akan optimalkan. Itu akan ditata dan dioptimalkan, melalui APBD,” ujar Azis, kepada wartawan, Jumat (14/2).

Mengenai sumbernya, bila dimungkinkan dapat dianggarkan oleh APBD Kota Cirebon. Atau dengan menggandeng pihak swasta mengingat di kawasan tersebut terdapat banyak pabrik industri skala menengah dan besar yang bisa diajak bekerja sama untuk menata kawasan gerbang pintu masuk Kota Cirebon dari arah Jawa Tengah.

“Itu sumbernya boleh dari mana saja, setidaknya APBD bisa meng-cover beberapa di dalamnya. Misalnya penertibanya dari APBD, pembangunanya bisa dari CSR, dan lain sebagainya,” katanya.

Namun kendalanya kawasan tersebut statusnya merupakan kepelimikan pemerintah pusat, karena di atasnya Fly Over Pegambiran merupakan jalan nasional. Sehingga, pihaknya terlebih dahulu akan berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (Kemen-PUPR).

Fly over itu wilayahnya pusat. Mungkin tanah di bawahnya juga otomatis wilayahnya pusat. Itu bisa kita mohonkan ke pemerintah pusat Kementerian-PU untuk bisa kelola nanti,” imbuhnya.

Seperti diketahui, area di bawah Fly Over Pegambiran saat ini kondisinya semerawut. Sejumlah bangunan liar, dan parkir kendaraan berada di bawahnya. Padahal, bila ditata dengan baik, kawasan tersebut bisa menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas.

Pantauan di lokasi, fly over tersebut berdiri puluhan bangunan liar berupa lapak-lapak pedagang maupun kios nonpermanen yang digunakan untuk usaha warga. Pada median jalan tidak kurang dari 10-15 bangunan nonpermanen berdiri. Sedangkan, di masing-masing tepian terdapat area yang digunakan untuk parkir kendaraan.

Lurah Pegambiran, Endang Sutrisno memang sempat mendengar rencana akan ditatanya kawasan median jalan pada bagian bawah Fly Over Pegambiran. Namun, sejauh ini belum ada informasi lagi terkait penanganan penataan kawasan tersebut akan ditangani oleh siapa, mengingat faktor pendanaan. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *