Rumah Sekaligus Warung Ambruk Tergerus Longsor, Penghuni Tertimpa Material

oleh -14 views
TAK BERBENTUK: Bangunan milik Ardi yang berada di tepi Jalan Purwasari-Ciniru ini ambruk karena tanahnya longsor.

KUNINGAN – Hujan deras pada Rabu (12/2) sore hingga malam hari, menyebabkan sebuah rumah sekaligus warung angkringan di Jalan Purwasari-Ciniru ambruk hingga rata dengan tanah.

Rumah warung yang berada di Dusun Kebonkalapa, Desa Pakembangan, Kecamatan Maleber tersebut milik keluarga Ardi (63). Hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan aliran air memenuhi badan Jalan Purwasari-Ciniru tersebut dan mengikis lapisan tanah tempat warung panggung milik Ardi berdiri hingga akhirnya ambruk.

Ardi yang kebetulan saat itu sedang berada di salah satu kamar warungnya tersebut sempat tertimpa material bangunan seperti kayu dan asbes. Keberadaan warung yang jauh dari pemukiman warga menyebabkan musibah ambruknya warung Ardi tersebut tidak diketahui orang lain, hingga akhirnya istri Ardi dan anaknya datang terkejut melihat warung sudah porak poranda dan terdengar suara Ardi minta tolong.

“Saat kejadian saya dan anak yang bungsu sedang pulang ke rumah untuk mengambil nasi dan menengok cucu yang sakit. Sekitar pukul 22.00 WIB saya kembali lagi ke warung, kaget melihat kondisinya sudah ambruk ke bawah dan terdengar suara suami saya minta tolong,” ungkap Karsiti (53) istri Ardi kepada Radar Kuningan di lokasi.

Karsiti mengungkapkan, warung yang menjadi sumber penghidupan keluarganya selama dua tahun terakhir tersebut kini rusak parah hingga tak berbentuk akibat terbawa longsor. Total kerugian yang dialami Karsiti akibat kejadian tersebut pun cukup besar hingga mencapai Rp100 juta lebih.

“Warung ini sudah menjadi tempat tinggal kami sehari-hari. Makanya isinya tidak hanya barang dagangan, namun juga ada kasur, televisi, kulkas dan perabotan lainnya. Kalau dihitung bangunan dan semua perabotannya bisa mencapai Rp100 juta lebih,” ungkap Karsiti.

Namun demikian, Karsiti mengaku merasa keluarganya masih dilindungi oleh Tuhan karena tidak sampai menjadi korban dalam musibah tersebut. Terlebih suaminya yang saat kejadian ada di dalam warung, ternyata tidak mengalami luka sedikit pun sekalipun sudah tertimpa material bangunan warung.

“Alhamdulillah suami saya masih diberi keselamatan oleh Allah SWT dan saya dengan anak saya sedang tidak ada di sana. Tidak tahu bagaimana jadinya kalau saat itu saya ada di warung mungkin sudah jadi korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pakembangan Oco Sudarsono mengatakan, kejadian ambruknya warung sekaligus rumah keluarga Ardi tersebut sudah dilaporkan ke pihak BPBD Kabupaten Kuningan untuk pendataan. Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada aparat desa untuk melakukan pendataan dan mengerahkan warga yang lain membantu membersihkan material rumah yang ambruk.

“Insya Allah secepatnya ada bantuan pembersihan material bersama warga yang lain. Sekaligus melakukan perbaikan saluran air di jalur Ciniru-Maleber ini untuk ncegah bencana longsor terulang lagi,” ujar Oco. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *