Sekda Setiawan: Pulang Kampung Bangun Daerah

oleh -95 views
ilustrasi gedung sate/Foto Dok Radar Cirebon

KAPABILITAS Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, tidak perlu diragukan. Sebab, curriculum vitae Setiawan bergelimang pengalaman dalam pembangunan SDM Aparatur.

Selain menjabat sebagai Deputi Menteri Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB sejak 2013, Setiawan merupakan penanggung jawab penyusunan indeks sistem merit atau kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan demografi serta kondisi fisik.

Sebagai penanggung jawab penyusunan indeks sistem merit, Setiawan paham betul bagaimana meningkatkan kompetensi, produktivitas kinerja, dan prestasi ASN. Apalagi, dia sempat menjabat sebagai penanggung jawab penyusunan grand design pembangunan ASN dan penyusunan indeks profesionalitas ASN pada 2018.

Deretan pengalaman tersebut sejalan dengan tugas dan peran Setiawan sebagai Sekda Provinsi Jawa Barat, yakni Kepala Perangkat Daerah, Ketua Tim Penilaian Kinerja dan pejabat yang berwenang dengan kepegawaian. Dengan begitu, Setiawan berperan penting dalam mewujudkan Jabar Juara Reformasi Birokrasi.

Perjalanan karir Setiawan sebagai ASN dimulai sebagai Staf Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat. Kemudian, dia menjadi Kepala Seksi Pembinaan Teknis AMDAL BPLHD Provinsi Jawa Barat.Setiawan, yang meraih gelar doktoral Ilmu Pengetahuan Teknik (Teknis Lingkungan) Institut Teknologi Bandung (ITB), berkarir di BPLHD Provinsi Jawa Barat sekitar 18 tahun. Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat periode 2008-2013 menjadi jabatan terakhir yang dia duduki di BPLHD Provinsi Jawa Barat.

Selama menduduki jabatan di BPLHD Provinsi Jawa Barat, Setiawan acap menjadi pembicara dan delegasi Indonesia dalam simposium dan seminar di dalam maupun luar negeri. Pada 2001 dan 2002, misalnya, Setiawan menjadi pembicara dalam The Seminar on Citarum Research Project dan The First International Symposium on Southest Asian Water Environment.

Sejumlah prestasi dan penghargaan pun diraih Setiawan. Mulai dari Wibawa Seroja Nugraha dari Lemhanas RI, Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI, sampai Peringkat 1 Pelaksana Pemantauan Kualitas Sungai di Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Usai berkarir di tingkat nasional bertahun-tahun, Setiawan pulang ke rumah. Bukan untuk beristirahat, melainkan berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat dan berupaya mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Batin. Karena, kemarin (14/2), Setiawan resmi menjadi Sekda Provinsi Jawa Barat.

Ada beban berat di pundak Setiawan. Sebab, Sekda Provinsi Jawa Barat bukan hanya jabatan yang strategis. Tapi juga jabatan yang akan menghadirkan solusi bagi Jawa Barat. Selain itu, Sekda juga memiliki fungsi sebagai fasilitator antara kepala daerah dengan dewan, masyarakat dan organisasi masyarakat.

Dengan pengalaman dan rekam jejak, Setiawan diyakini mampu menjalankan semua tugas, fungsi, dan peran sebagai Sekda. Dia pun diyakini mampu mewujudkan Jabar Juara Reformasi Birokrasi dan mengakselerasi pembangunan. Jika itu terwujud, kualitas pelayanan publik akan membaik dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat meningkat. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *