Warga Desak Normalisasi Sungai Kalijaga, Sudah Sangat Dangkal, Kerap Jadi Biang Banjir

oleh -101 views
SUDAH DANGKAL: Kondisi Sungai Kalijaga sangat mengkhawatirkan. Jika musim hujan, ditambah dengan dangkalnya sungai, mengakibatkan banjir di pemukiman yang dekat dengan sungai. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
SUDAH DANGKAL: Kondisi Sungai Kalijaga sangat mengkhawatirkan. Jika musim hujan, ditambah dengan dangkalnya sungai, mengakibatkan banjir di pemukiman yang dekat dengan sungai. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

CIREBON– Warga Blok Kalijaga Desa Mundu Pesisir dibuat gerah dengan tidak adanya penanganan pendangkalan Sungai Kalijaga. Pasalnya, untuk kesekian kalinya perumahan warga terendam banjir. Terbaru, banjir besar melanda Kecamatan Mundu pada Jumat pekan lalu (7/2).

Banjir yang terjadi pada Jumat pekan lalu, dinilai warga merupakan banjir yang terbesar di Kecamatan Mundu. Banjir tersebut lagi-lagi akibat luapan Sungai Kalijaga yang memang mengalami pendangkalan, karena sudah sangat lama tidak ada normalisasi.

Warga Blok Kalijaga, Neni mengatakan, banjir yang terjadi Jumat malam pekan lalu, merupakan banjir terbesar selama belasan tahun terakhir. “Selama saya tinggal di sini, banjir kemarin itu banjir paling besar. Karena ketinggian airnya sampai sedada orang dewasa,” ujarnya saat ditemui Radar, kemarin.

Neni mengatakan, bloknya memang sering menjadi langganan banjir ketika hujan besar tiba. Setiap tahun, selalu banjir. Kadang satu tahun sampai beberapa kali terjadi banjir. Musibah banjir tersebut, lebih disebabkan luapan air Sungai Kalijaga.

“Makanya, kalau sudah air berwarna kusam dan keruh, itu sudah pasti akan banjir. Itu tandanya air Sungai Kalijaga bakal meluap ke perumahan warga,” ungkapnya.

Dia membandingkan tahun 2000-an lalu, tidak separah seperti sekarang. Dugaan kuatnya, imbas dari pendangkalan Sungai Kalijaga yang tidak pernah dikeruk.

Senada dengan Neni, Badri mengatakan, Sungai Kalijaga sudah sangat dangkal dan butuh pengerukan. Itu bisa dilihat dari air sungai kalau hujan, sering naik. Apalagi kalau hujannya cukup deras.

“Kalau sudah hujan deras, air pasti naik ke rumah-rumah, pada banjir. Karena melalui saluran-saluran air juga,” bebernya.

Menurut Badri, bukan kali ini saja Sungai Kalijaga meluap, tetapi nyaris setiap tahun. Makanya, warga selalu waspada kalau sudah hujan deras. Ditambah lagi kalau air laut pasang. Sudah pasti air masuk ke rumah warga.

Imbas dari sering meluapnya air Sungai Kalijaga, bukan hanya ke rumah-rumah warga, tetapi juga jalan-jalan lingkungan permukiman menjadi rusak.

“Kita berharap agar ada tindakan serius dari instansi terkait untuk melakukan normalisasi. Karena faktanya, Sungai Kalijaga ini sudah sangat dangkal,” pungkasnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *