8 Jenazah TNI Korban Helikopter MI 17 Jatuh di Papua Dipulangkan, Ada Warga Cirebon

oleh -593 views
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Sebanyak 12 jenazah korban kecelakaan Helikopter MI 17 di Papua dipulangkan secara bertahap. Hari ini, Senin (17/2), 8 jenazah yang akan diterbangkan terlebih dahulu dari Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Ke-8 jenazah itu diterbangkan dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah, dan Surabaya, Jawa Timur. Di antara 8 jenazah itu, ada putra Cirebon. Yakni Serka Suriyatna Wijaya Kusuma asal Desa Curug Kulon, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi dalam jumpa pers di ruang Biddokes Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (16/2), membenarkan pemulangan dilakukan bertahap.

“Setelah proses identifikasi selesai dan diumumkan, kami dari Kodam XVII/Cenderawasih telah merencanakan yang pertama tentunya menyerahkan jenazah pada perwakilan keluarga dan kita lanjutkan dengan memulangkan kembali jenazah ke daerah asal sesuai permintaan keluarga,” katanya.

Proses pemulangan, lanjutnya, dimulai Senin (17/2) dan Selasa (18/2). “Dan untuk besok (hari ini, red) untuk tujuan Semarang dan Surabaya. Satu jenazah ke Surabaya, Jawa Timur, dan tujuh jenazah ke Semarang Jawa Tengah,” jelasnya.

Menurut dia, 8 jenazah itu dilepas dalam upacara militer yang dipimpin Pangkogabwilhan Letjen TNI G Warsito mulai pukul 08.00 WIT. “Empat jenazah lainnya diterbangkan ke Sorong, Ambon, Kupang dan Kendari pada Selasa (18/2) yang akan dilepas oleh Panglima TNI,” katanya.

Berdasarkan data yang diolah dari berbagai sumber, jenazah yang dikirim ke Semarang, Jawa Tengah, yakni Kapten Cpn Aris Afik Novian (Pilot), Kapten Cpn Bambang Saputra (Flight Engineer), Lettu Cpn Ahwar Affandi (Co Pilot), Serka Suriyatna Wijaya Kusuma (TI), Serda Dita Ilham Primojati (Avionic), Praka Dwi Purnomo (Mekanik) dan Pratu Asharul Mashudi (Mekanik).

Sementara jenazah yang akan diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur yakni Prada Tegar Hadi. Sedangkan empat jenazah lainnya yang akan diterbangkan pada Selasa (18/2) yakni Serda Ikrar Setia Nainggolan yang akan diterbangkan ke Sorong, Papua Barat, Pratu Risno diterbangkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, Pratu Yanuarius Loe diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Prada Sujono diterbangkan ke Ambon, Maluku.

Sementara terkait Serka Suriyatna Wijaya Kusuma, Kadus Blok 1 Desa Curug Wetan, Wawan Gunawan, mengaku belum tahu pasti kepulangan jenazah. Apakah ke Curug atau ke Semarang.

“Belum ada info kapan dipulangkan. Tapi mungkin saja dipulangkan ke Semarang, karena rumah istri (anak-istri, red) beliau di Semarang,” kata Wawan kepada Radar, tadi malam.

Juli 2019 lalu, Radar Cirebon pernah melakukan wawancara dengan Eroh (75), nenek Serka Suriyatna Wijaya Kusuma. Ketika itu Eroh mengatakan korban yang akrab disapa Yatna itu merupakan sosok tanggung jawab dan tak menyusahkan orang tua. Yatna dikenal baik dan mudah bergaul.

Orang tua Yatna pernah menjadi kuwu di desa setempat. Ia merupakan alumni STM Pelayaran Mundu. Setelah masuk TNI, sempat beberapa kali pindah tempat tugas.

Yatna menikah dengan istrinya yang merupakan warga Sulawesi. Pertemuan Yatna dengan sang istri karena dulu Yatna pernah dinas di Sulawesi.

“Mereka punya rumah di Semarang karena dinas di sana. Sudah jadi warga sana juga. Tapi kalau lahir dan besar sampai lulus sekolah ya di sini,” cerita Eroh, kala itu.

Seperti diketahui, Heli MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 membawa 12 penumpang beserta kru hilang kontak sejak 28 Juni 2019. Heli hilang di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Ketika itu helikopter milik TNI AD itu terbang ke Okbibab untuk mengirimkan logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut. Belakangan, heli akhirnya ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Penemuan tersebut berawal dari beredarnya sebuah foto bangkai helikopter yang beredar di dunia maya pada Selasa 4 Februari 2020. Pihak TNI dan Polri menelusuri foto itu hingga akhirnya menemukan jenazah para korban. (fin/den/dri/rc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *