Doa Bersama untuk Gus Solah

oleh -21 views
PANJATKAN DOA: Puluhan alumni dan kader PMII Kabupaten Kuningan hadir dalam acara tahlilan untuk almarhum KH Ahmad Bagdja dan KH Salahudin Wahid atau Gus Solah, kemarin. FOTO: AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN- Puluhan alumni dan kader PMII Kabupaten Kuningan hadir dalam acara tahlilan untuk almarhum KH Ahmad Bagdja dan KH Salahudin Wahid atau Gus Solah. Kegiatan yang dipusatkan di kantor PC Nahdlatul Ulama (NU) itu digagas pengurus Ikatan Alumni (IKA) PMII Kabupaten Kuningan.

Acara tahlilan diawali dengan pembacaan hadloroh dan tawashul, khususnya untuk almarhum KH Ahmad Bagdja dan Gus Solah. Selanjutnya memasuki rangkaian tahlil dibacakan beberapa surat Alquran mulai surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan beberapa surat lainnya sampai pembacaan doa.

Ketua IKA PMII Kuningan, Emup Muplihudin dalam keterangan persnya, Sabtu (15/2), menuturkan,kegiatan tahlilan digelar untuk mendoakan almarhum yang merupakan tokoh NU dan alumni PMII. Kiprah kedua tokoh tersebut baik di NU maupun di PMII tak lagi diragukan. “KH Ahmad Bagdja bahkan dikenal sebagai Ketua PB PMII tahun 1977-1981, dan Sekjen PB NU tahun 1989-1994 di bawah kepemimpinan Gusdur. Sementara Gus Solah kita semua mengenal beliau sebagai adik kandung Gusdur, sekaligus cucu pendiri NU hadrotus syaikh KH Hasyim Asyari,” terangnya.

Ia menceritakan, secara historis saat di PMII, Gus Solah aktif saat kuliah di kampus ITB tahun 1960-an. Kiprah almarhum tidak hanya dikenal di organisasi NU, namun pernah menduduki posisi penting sebagai anggota MPR dan Wakil Ketua Komnas HAM. “Sumbangsih almarhum KH Ahmad Bagdja dan Gus Solah tak perlu diragukan. Peran penting keduanya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, sangat terasa pengaruhnya hingga saat ini. Apalagi KH Ahmad Bagdja yang tak lain pituin Kabupaten Kuningan,” imbuhnya.

KH Ahmad Bagdja lahir di Desa Cipetir, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Bahkan adiknya yakni H Ahmad Rosyidin adalah mantan anggota DPRD Kuningan periode 2004-2009, tinggal di Desa Pajawan Kidul Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan. “Sejak muda, almarhum (Ahmad Bagdja, red) sudah merantau, sempat kuliah di IKIP Jakarta (sekarang UNJ). Beliau dikenal sebagai aktivis hebat hingga menjadi Ketua Umum PB PMII dan Sekjen PBNU,” beber Emup, yang kini menjabat Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan.

Sementara alumni PMII Kuningan yang lain, Masuri menambahkan, kegiatan tahlilan selain untuk mengenang dan mendoakan kedua almarhum, sekaligus sebagai ajang silaturahmi keluarga besar PMII Kuningan. Pasalnya, kata pria yang kini menjabat Ketua KNPI Kuningan, jumlah alumni dan kader PMII Kuningan jumlahnya kini semakin banyak.

“Jadi penting untuk dikonsolidasikan, agar keberadaannya dapat memberi manfaat.  Mumpung kumpul, setelah tahlilan sekalian kami berdialog tentang berbagai hal untuk kemajuan PMII Kuningan,” ucapnya.

Sebagai generasi penerus, lanjutnya, maka memiliki kewajiban untuk meneladani dan meneruskan perjuangan para pendahulu yang sudah berjuang meletakan dasar ideologis organisasi PMII. “Insya Allah almarhum KH Ahmad Bagdja dan Gus Solah husnul khotimah, dan mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya, Aamiin,” pungkas Gonjes sapaan akrabnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *