Lulusan SMK Bikin Robot Telur Dadar Mini, Ganjar Pranowo: Bagusnya Dikasih Nama Apa Ya?

oleh -140 views
Robot-telur-purworejo
KREATIF: Praptining Utami dengan robot sederhana berjualan di MIN 3 Purworejo Kelurahan Sucen Jurutegah, Kecamatan Bayan, Kabuaten Purworejo, (3/2). (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA )

PURWOREJO – Agung Budi berhasil membuat robot pembuat telur dadar mini (egg filling robot) untuk membantu ibunya. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tertarik dengan karya itu. 

Di akun Instagram, Ganjar menanyakan kepada warga net apakah ada yang mengenal anak pencipta robot tersebut. 

“Bagusnya dikasih nama apa ya? Kamu kenal dengan anak ini?” tulis Ganjar menyertai unggahannya. 

Seperti diketahuu, pemuda pembuat robot telur dadar mini berusia 19 tahun lulusan SMKN 1 Purworejo. Dia membuat robot berbekal pengetahuannya selama mengenyam pendidikan. Juga tutorial di youtube. Modal yang dikeluarkan Rp1,5 juta.

Agung Budi tergerak membantu, karena sang ibunda Praptining Utami mengidap retinitis pigmatosa. Sehingga penglihatannya terganggu. 

Alat khusus tersebut digerakkan dengan baterai. Baterai menggerakkan motor yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menyedot adonan telur.

Adonan yang tersedot itu dialirkan melalui selang untuk dituangkan ke dalam dua belas lubang cetakan dalam wajan.

“Ini buatan anak saya. Namanya Agung Budi. Dia sendiri yang tergerak untuk membantu membuatkan alat seperti ini,” tutur Prapti, seperti dikutip dari Radar Jogja

Dia mengaku agak kesulitan mengoperasikan alat tersebut. Sebab, alat itu menggunakan sejumlah tombol kecil. Padahal, penglihatannya kini tidak lagi sempurna. Akibatnya, dia kerap salah memencet tombol.

Prapti menjelaskan, para murid yang menjadi langgananya senang dengan proses pembuatan dadar telur mengunakan alat tersebut. “Anak-anaknya suka. Jadi, ya banyak membantu saya. Mereka membantu memecet dan menghentikan tombol sesuai kebutuhannya mereka,” katanya.

Usaha telur dadar goreng ini telah digeluti Prapti sejak sekitar lima tahun lalu. Sedangkan alat mirip robot sederhana itu baru dipakainya sekitar dua pekan lalu.

Prapti biasa berjualan di tiga sekolah. Paling sering berjualan di MIN 3 Purworejo. “Di sini dekat dan tidak perlu lewat jalan besar,” katanya.

Agung Budi terlihat menemani sang ibu berjualan. Dia membantu melayani pembeli. (yud/amd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *