Berlatih di Fasilitas Milik Legenda Kobe Bryant

oleh -14 views
STRETCHING: Pemain asal SMA Soverdi Tuban, Bali Julian Alexandre Chalias dan skuad putra Honda DBL Indonesia All Star 2019 saat sedang melakukan warming up sebelum berlatih di Mamba Sports Academy, USA. -----FOTO: DIKA KAWENGIAN/DBL INDONESIA

LOS ANGELES – Latihan skuad Honda DBL Indonesia All Star 2019 di Mamba Sports Academy (MSA) kali ini terasa spesial. Sebab, anak-anak All Star dilatih langsung oleh Director of Basketball Mamba Sports Academy, George Quintero.

Latihan sendiri dimulai sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Latihan dibagi dalam dua grup, tim putri dan tim putra. Awalnya, mereka mendapatkan latihan fisik dan pemanasan dari tim pelatih Mamba Sports Academy (MSA). Sementara Quintero mengajak diskusi empat pelatih Honda DBL Indonesia All Star 2019. Mereka mendiskusikan program-program pelatihan apa saja yang ingin didapatkan tim Honda DBL Indonesia All Star 2019.

Diskusi yang dilakukan Quintero dan empat pelatih All Star cukup menarik. Tak hanya membahas teori, tapi beberapa kali Quintero juga sharing dengan praktik langsung bersama para pelatih All Star.

Sesuai jadwal, acara selama 7 jam di Mamba Sports Academy itu, dibagi dalam beberapa tahap. Pertama, sports performance training dimulai pukul 10.00 hingga 13.00 waktu setempat. Setelah itu mereka istirahat makan siang. Pukul 14.30 mereka akan menjalani scrimmage hingga pukul 16.00.

Setelah sesi pemanasan selesai dilakukan skuad All Star, Quintero turun langsung melatih para pemain. Dia turut dibantu juga oleh beberapa basketball trainer Mamba Sports Academy. Termasuk Master Coach of Basketball, AJ Moye.

Latihan yang dipimpin Quintero dilakukan di dua lapangan yang berdampingan, di court 3 dan court 5. Tim putri berlatih di lapangan nomor 3, sementara tim putra di lapangan 5. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim putra dan putri dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.

Cara melatih Quintero benar-benar disiplin. Tapi kadang juga dikemas dengan suasana santai. Sesekali dia mengumpulkan pemain di tengah lapangan untuk diajak mendiskusikan hal-hal yang harus diajarkan. Dan menyemangati para pemain. ‘Mamba Mentality’ warisan sang legenda, mendiang Kobe Bryant tetap ditumbuhkan oleh tim pelatih MSA.

Seperti yang kita tahu, ‘Mamba Mentality’ merupakan semangat yang ditanamkan Kobe untuk selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.

Di akhir latihan, Quintero mengatakan, skuad All Star 2019 memiliki potensi yang luar biasa. Hanya saja, mereka harus terus diasah soal fundamental basket. “Mereka harus serius dan disiplin dengan detil-detil soal fundamental basket. Kalau itu dilakukan terus, saya yakin mereka punya potensi yang luar biasa ke depannya,” ujarnya.

Quintero mengatakan, materi latihan yang diberikan pada anak-anak lebih pada membiasakan mereka disiplin pada detil-detil fundamental basket. Di antaranya ball handling, passing, shooting, movement, dan spacing.

“Semua itu tadi saya kombinasikan dengan teknik transisi saat defence maupun offence,” ujar Quintero.

Setelah berlatih selama lebih kurang 3 jam, anak-anak All Star langsung melakukan scrimmage game dengan tim basket lokal di lapangan Mamba Sports Academy. Setelahnya, anak-anak melakukan recovery session. Kemungkinan, recovery session ini dibagi dalam dua grup.

“Semoga anak-anak sudah siap 100 persen. Sebab, mereka juga sudah melakukan recovery setelah menempuh perjalanan udara yang cukup jauh dari Surabaya ke LA,” ujar coach Cahyandri, salah satu pelatih tim putra All Star 2019.

DBL Indonesia sendiri sudah tiga tahun ini membawa anak-anak All-Star berlatih ke Mamba Sports Academy. Beberapa nama yang musim lalu masuk skuad Honda DBL Indonesia All Star 2018 seperti Andreas Marcellino Bonfilio, Fernando Manangsang, dan Julian Alexandre Chalias sudah pernah merasakan kerennya latihan di Mamba Sports Academy.

Mamba Sports Academy merupakan pusat pelatihan olahraga yang dirancang untuk dewasa maupun anak muda. Di tempat ini, pengelola menciptakan lingkungan olahraga yang multi-platform. Mereka merancang program-program pelatihan agar bisa mengembangkan seorang atlet hingga potensi puncaknya. (mid)