Jalan Berkubang, Warga Pertanyakan Kinerja Dewan

oleh -72 views
SEPERT I BALONG: Jalan Kertawana-Cihirup aspalnya mengelupas dan rusak parah. FOTO:Tatang Ashari/Radar Kuningan

KUNINGAN –Intensitas hujan tinggi mengakibatkan banyak jalan raya rusak. Terutama jalan-jalan poros desa di pedesaan ambrol. Kubangan kecil hingga besar pun seolah menyulap jalanan menjadi kolam-kolam kecil tanpa ikan dengan air keruh. Seperti di jalan Kecamatan Kalimanggis, ruas Kalimanggis arah Desa Kertawana dan Desa Cihirup.

Pengguna jalan di sepanjang jalan itu, mengeluhkan kondisi kerusakan jalan. Selain membahayakan, kerusakan parah jalan laiknya kubangan itu telah menghambat telat akses masyarakat.

Roda empat tidak akan bisa menempuh jalur itu dengan kecepatan di atas 40 km. Harus ekstra hati-hati, apalagi ketika ada kerumunan orang dipinggiran jalan atau berpapasan dengan kendaraan roda dua. Sedikit saja melaju cepat, maka cipratan air keruh asal kubangan jalan yang tergilas ban mobil akan mengundang umpatan, caci maki orang.

Begitu juga roda dua, rawan terpeleset hingga terjebak kubangan cukup dalam. Akhirnya terjatuh membahayakan. Utamanya pengendara ibu-ibu. Sedikit saja lengah, bahaya mengancam. Apalagi saat jalanan sudah gelap malam.

“Pada kemana anggota dewan? Dulu waktu pencalonan sampai ngemis-ngemis minta dukungan masyarakat sini. Sekarang sudah pada duduk enak di dewan, gaji gede, tunjangan naik, malah jalan-jalan terus. Gak pernah kesini lagi. Mana janji-janji yang dulu dijual waktu kampanye,” ungkap  Aenun Nadjib (35), warga Desa Cihirup.

Tahun 2018 bahkan pernah ada kecelakaan akibat jalan rusak parah seperti ini, hingga mengakibatkan pengendaranya meninggal. Peristiwa itu, seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan para anggota DPRD khususnya anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) III termasuk Kecamatan Kalimanggis.

“Jangan sampai terjadi lagi ada korban meninggal akibat jalan rusak. Jika terjadi lagi, yang disalahkan tidak lain adalah pemerintah daerah dan DPRD yang tidak peka, tidak peduli kondisi jalan rusak,” ungkapnya lagi

Warga lain, Dede Warhendi (40) mengakui bahwa sudah banyak pejabat seringkali lewat jalan rusak ini, termasuk anggota DPRD. Hanya Ia menyindir mungkin mereka tertidur di mobilnya saat melintasi jalur tersebut. Sehingga tidak melihatnya. Karena juga mobil mereka terlalu mewah, maka mereka tidak merasakan guncangan saat melewati jalan rusak itu.

“Mari kita doakan, semoga mereka mendapatkan hidayah,” ucap dia.(tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *