Bentuk Satgas, Buru Jaringan Narkoba Cirebon

oleh -1.471 views
JARINGAN-NARKOBA-CIREBON
Para tersangka dengan barang bukti narkoba saat ekspos di Mapolresta Cirebon di Sumber, Kamis lalu (20/2). Hingga kemarin polisi masih terus melakukan pendalaman untuk menangkap pelaku lainnya. FOTO: ILMI YANFA’UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Penangkapan 39 tersangka kasus narkoba di Kabupaten Cirebon cukup mengejutkan. Polisi mengakui Kabupaten Cirebon darurat narkoba.

Kini selain terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya, polisi tengah mengupayakan membentuk sebuah satuan tugas. Di dalamnya ada Satuan Reserse Polresta Cirebon, BNN Kota Cirebon, dan Dinkes Kabupaten Cirebon.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Cirebon Kompol Sentosa Sembiring ditemui akhir pekan kemarin mengaku akan segera membentuk Satgas Terpadu Anti Narkoba. Ia mengatakan secepatnya satgas ini dibentuk.

“Kita tidak perlu nunggu bulan. Kalau beberapa hari ini disepakati, bisa dibentuk,” kata Sentosa Sembiring kepada Radar Cirebon.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan rapat terpadu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dan BNN Kota Cirebon. Dari hasil rapat itu, semua sepakat untuk berupaya melakukan pencegahan narkoba,  mengingat banyaknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Pemberantasan bukan hanya tugas kepolisian sendiri. Ada keterbatasan kemampuan dari kepolisian. Seperti bidang kesehatannya, tentu kita minta bantuan dari dinkes. Di dinkes ada data-data apotek yang kami butuhkan (terkait penjualan obat keras terbatas, red). Makanya kami minta bantuan, kita bekerja sama lakukan pemberantasan,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BBN) Kota Cirebon AKBP Yaya Satya menyatakan sependapat jika kepolisian menyebut Kabupaten Cirebon kini darurat narkoba. Yaya menilai Pemkab Cirebon selama ini slow respons atau lambat merespons persoalan maraknya narkoba. Termasuk rencana penggabungan BNK (Badan Narkotika Kabupaten) ke BNN Kota Cirebon juga tak kunjung terealisasi.

“Benar Kabupaten Cirebon daerah darurat narkoba. Di Kabupaten Cirebon itu ada BNK (Badan Narkotika Kabupaten). Mereka ini tidak mau bersinergi dengan BNN Kota Cirebon. Saya sudah beberapa kali mengatakan ayo datang ke BNN, kita gunakan bendera BNN Kota Cirebon dalam upaya memberantas narkoba,” papar Yaya.

Menurut Yaya, pihaknya sebenarnya sudah bergabung dan bersinergi dengan 3 pilar. Yakni pihak kepolisian, kejaksaan, dan dinas kesehatan. Berbeda dengan BNK, kata Yaya, yang tak bersinergi dengan tiga pilar tersebut dalam melakukan pemberantasan dan pencegahan narkoba di Kabupaten Cirebon.

Yaya juga mengaku sudah pernah menyampaikan hal ini ke Bupati Cirebon. Namun sejauh ini belum ada respons yang menggembirakan.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati, ayo bersinergi. Bubarkan nama BNK dan masuk ke BNN Cirebon. Karena harus punya BNN, lebih luas wewenangnya. Artinya, ayo kita gabung bersama, semua harus bergerak bersama melakukan pemberantasan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Enny Suhaeni SKM MKes mengatakan pihaknya siap bekerja sama memberantas narkoba. Baik dengan kepolisian maupun BNN.

“Kami tentu merespons positif dan siap untuk bekerja sama dengan Polresta Cirebon dalam membentuk Satgas Anti Narkoba,” kata Enny kepada Radar, Jumat (21/2).

Bahkan, kata Enny, pihaknya pun siap membantu polisi melakukan razia apotek-apotek yang menjual tramadol atau pun pil koplo dan sejenisnya secara bebas tanpa resep dokter.

“Memang obat-obatan jika tak gunakan resep dokter dan konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk. Dengan adanya rencana yang dicanangkan Polresta Cirebon, tentu kami siap demi kebaikan Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Seperti diketahui, Satuan Reserse Narkoba menjebloskan puluhan tersangka ke penjara sejak Januari 2020 hingga Februari ini. Hasil-hasil pengungkapan itu diekspos di hapadan wartawan pada Kamis (20/2).

Ya, ini adalah pengungkapan kurun waktu dari Januari 2020 sampai 20 Februari ini (kemarin, red). Ada sebanyak 25 kasus narkoba yang berhasil kita ungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 39 orang,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi.

Kapolresta megatakan ada tiga kelompok narkoba di Kabupaten Cirebon. Yakni kelompok sabu-sabu, ganja, dan obat keras terbatas.

“Keseluruhannya, sabu-sabu ada 6 kasus dengan barang bukti 5,08 gram, ganja 4 kasus dengan barang bukti 171,85 gram, dan obat-obatan keras terbatas 15 kasus dengan barang bukti sebanyak 14.445 butir,” jelas kapolresta.

Ia mengakui fenomena peredaran dan penyalahgunaan narkoba cukup marak. Meskipun sudah banyak tersangka yang berhasil diringkus, tapi masih banyak juga yang menggunakan sabu-sabu, ganja, dan obat-obatan keras terbatas.

“Bisa dikatakan bahwa Kabupaten Cirebon sudah darurat narkoba. Pengungkapan yang kami lakukan ini merupakan fenomena gunung es. Saya menyakini masih banyak yang menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang ilegal,” terang kapolresta di hadapan wartawan.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan narkoba. Selain pengungkapan, pihaknya juga melakukan pencegahan.

“Selain pengungkapan, kita juga upayakan pencegahan. Melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk sama-sama melakukan pemberantasan dan pencegahan. Tugas kita ke depan terus melakukan pemberantasan sampai Kabupaten Cirebon dinyatakan bebas narkoba,” tandasnya. (cep/sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *