Leuwimunding Komitmen Perangi Sampah

oleh -72 views
PERANGI SAMPAH: Wakil bupati Majalengka Tarsono D Mardiana membuka festival sampah di Desa Leuwimunding Kecamatan Leuwimunding, Minggu (23/2).

MAJALENGKA – Masyarakat Desa Leuwimunding Kecamatan Leuwimunding menggelar festival sampah dalam peringatan hari sampah nasional, Minggu (23/2). Kegiatan yang diadakan karang taruna, pemerintah desa dan para pegiat lingkungan (komunitas) tersebut mampu memberikan output komitmen bersama dalam memerangi sampah di masyarakat.

Kegiatan festival itu dibuka dengan pawai sampah dari berbagai RW yang dilepas Wakil bupati Majalengka Tarsono D Mardiana di Alun-alun Leuwimunding. Beberapa kegiatan juga menampilkan memeron dari sampah, Genjring Obrog-obrog, open mic musik, workshop dan diskusi.

Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana mengatakan dalam mengatasi persoalan sampah dibutuhkan konsistensi. Semua pihak harus bergerak.

“Motornya di tingkat desa ya pemeritah desa. Kesadaran sepenuh hati susah. Harus ada reward. Sebagai contoh, kenapa tentara dan polisi itu disiplin. Karena dipaksa kemudian jadi biasa. Jadi harus ada gerakan yang konsisten dengan reward kepada pelaku yang peduli pada lingkungan,” imbaunya.

Menurut Wabup, ada beberapa hal untuk memerangi sampah. Yaitu kerja ikhlas, kerja keras dan kerja cerdas. Jangan mudah kalah oleh rasa malu. Sementara untuk kerja cerdas yakni trik dan strategi dan pendekatan kepada semua pihak agar bisa berjalan.

“Beruntung saat ini masih ada pemeritah desa dan karang taruna dan pegiat lingkungan yang masih peduli. Kalau mereka bosan maka ya sudah kita bakal melihat Majalengka dipenuhi sampah,” tegasnya.

Wabup meminta kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial namun bisa menjadi pemicu bagi diri sendiri. Bagaimana sampah itu dapat di kumpulkan dari rumah tangga serta bisa dikumpulkan. Sampah tersebut nantinya dibawa ke tempat pengelolaan sementara (TPS).

Pihaknya mengajak kepada seluruh komponen untuk komitmen bukan hanya membuat sampah keluar dari rumah. Melainkan melakukan pemilahan. Pengelolaan mulai dari setiap rumah dengan mencampur sampah.

“Sampah organik bisa di olah menjadi pupuk. Kita harus konsisten dan kontinyu secara rutin,” tambah Kapolsek Leuwimunding, IPTU H Edy Purwanto.

Sementara, Kepala Desa Leuwimunding Aang Rukman Lesmana menjelaskan di Leuwimunding ada peningkatan volume sampah pada tahun 2011-2016..

Pihaknya berjanji kedepan akan mengatasi sampah yang menjadi persoalan utama. “Sekarang Pemdes disupport oleh dana desa yang nantinya kita bisa kolaborasi dengan Muspika. Kami juga akan membuat Perdes tentang sampah untuk meminimalisasi sampah,” bebernya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Leuwimunding agar bisa membuang sampah sesuai kemampuan. Karena ke depan diharapkan sampah Leuwimunding harus habis di Leuwimunding. Jangan sampai justru ketika sampah ke luar malah menjadi masalah buat orang lain.

“Semua pihak tetap semangat, Karang Taruna harus bergerak melakukan perubahan. Mari bahu membahu untuk meminimalisasi sampah. Kita ingin Leuwimunding bisa menggelar jambore lingkungan hidup yang harus terus di implementasikan,” imbuh anggota DPRD Kabupaten Majalengka, H Hanurajasa Tatang Riana.

Ketua komisi IV ini meyakini semuanya bisa terwujud. Namun untuk menjadi tolak ukur tentu masyarakat Leuwimunding sendiri bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu bersama sama memerangi sampah. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *