Mahathir Mundur dari Jabatan PM Malaysia

oleh -174 views
MAHATHIR-MOHAMAD
Mahathir Mohamad. Foto: AP

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2). Surat pengunduran dirinya sudah diserahkan kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Senin (24/2).

Pengundurkan diri Mahathir dari jabatannya sebagai perdana menteri Malaysia itu tersiar lewat akun Twitter resminya @chedetofficial, Senin (24/2). “Kenyataan Akhbar: Peletakan Jawatan sebagai Perdana Menteri Malaysia,” tulisnya.

Seperti diketahui, Mahathir terpilih menjadi Perdana Menteri untuk kedua kalinya pada 2018 lalu. Mahathir kembali terpilih setelah Partai Peribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang dipimpinnya berkoalisi dengan Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim.

Koalisi yang dinamakan Pakatan Harapan (Aliasi Harapan) itu untuk melawan koalisi Barisan Nasional yang didominasi UMNO dan telah memerintah Malaysia selama enam dekade. Dalam pemilihan 2018, Mahathir mampu meraih kemenangan dan menyebabkan Perdana Menteri Najib Razak saat itu lengser.

Belakangan, hubungan antara Mahathir dengan Anwar Ibrahim tidak harmonis. Partai Pribumi Malaysia juga keluar dari koalisi pemerintah yang; Pakta Harapan. Hal itu dibenarkan Presiden Partai, Muhyiddin Yassin.

Dilansir jawapos.com, nasib koalisi juga semakin redup dan kekuasannya telah berkurang dengan kekalahan dalam lima pemilihan sela baru-baru ini. Anwar juga berpisah dengan pasangannya, Mohamed Azmin Ali, Menteri Urusan Ekonomi. Pada Senin (24/2), Partai Keadilan Rakyat (PKR) milik Anwar mengumumkan pemecatan Azmin sebagai anggota.

Sementara dikutip dari CNBC, pengumuman Mahathir hadir tak lama setelah Presiden PKR Anwar Ibrahim mengaku telah dikhianati oleh rekan-rekan di koalisi Pakatan Harapan (PH). Pernyataan itu dilontarkan Anwar di kediamannya di Bukit Segambut, Minggu (23/2) waktu setempat seperti dikutip Malaysia Kini, Senin (24/2).

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan desas-desus yang berkembang akan ada koalisi penguasa baru yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS), Gabungan Parti Sarawak (GPS), serta Parti Warisan Sabah (Warisan). Apalagi, menurut Anwar, koalisi itu juga melibatkan wakilnya, Mohamed Azmin Ali.

“Kami terkejut dengan hal tersebut, itu adalah pengkhianatan karena ada janji (untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar dari PM Mahathir Mohamad). (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *