Plered Zona Industri Tahap Dua?

oleh -93 views
MUSRENBANG: Pada musrenbang di Kecamatan Plered, DPRD meminta zona industri ke dua kembali dibuka. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan menggulirkan wacana tentang pentingnya membuka zona industri tahap dua. Ini penting untuk mengakomodir pertumbuhan ekonomi, terutama di Kecamatan Plered.

DPRD, lanjutnya, akan melakukan perubahan peta pola ruang terkait investasi yang semula telah ditutup. Bahkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk membuka kembali kawasan zona industri.

“Sesuai apa yang disampaikan ketua DPRD Kabupaten Cirebon bahwa Kabupaten Cirebon harus memiliki dua zona kawasan industri untuk laju pertumbuhan ekonomi. Selain di WTC, di wilayah Plered juga potensial.  Tentunya, dengan tidak melanggar Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang ada,” terangnya saat musrenbang di Kecamatan Plered, kemarin (23/2).

Selain bicara soal peluang pembukaan zona industri tahap dua di wilayah Plered, Yoga juga menyinggung penanganan normalisasi sungai yang kerap menimbulkan banjir di Kecamatan Plered.

Dia mengaku, selaku legislator sudah berkoordinasi dengan pihak BBWS untuk meminta penanganan banjir segera terealisasi pada tahun 2021. “Dampak banjir ini sangat dirasakan masyarakat. Maka hal ini kami harap bisa diprioritaskan,” terangnya.

Sementara itu, Camat Plered Hardomo menyampaikan, poin-poin yang diangkat dalam musrenbang kali ini, sesuai dengan program prioritas Bupati Cirebon. Sebab, musrebang tingkat kecamatan merupakan tindak lanjut dari musrenbang tingkat desa.

“Di sini juga kita melihat prioritas pembangunan dan menyusun skala prioritas. Karena dengan anggaran PIK yang ada, tidak bisa mengakomodir seluruh usulan dari desa,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, terkait penanganan banjir, pihak DPRD dapat membantu dan mengakomodir usulan masyarakat yang terdampak banjir secepatnya. Dan merealisasi perbaikan saluran-saluran irigasi di wilayah Kecamatan Plered.

“Sebenarnya banjir di wilayah kami ini musibah tahunan. Sebab, secara topografi, wilayah kami lebih rendah daripada wilayah selatan. Karena itu, kami meminta Dinas PUPR secepatnya menormalisasi sungai-sungai yang berada di  Kecamatan Plered, agar permasalahan banjir dapat teratasi,” pungkasnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *