Baru 5% Perusahaan Sadar CSR

oleh -35 views
pedestrian
SANTAI : Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi didampingi istri, Wabup Tarsono D Mardiana, dan Forkopimda memantau pedestrian Kadipaten, Senin (24/2). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Pedestrian Gelanggang Generasi Muda (GGM) diresmikan Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd, Senin (24/2). Anggaran pembangunan tersebut bersumber dari kepedulian beberapa perusahaan swasta dan BUMD, yang dikoordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial-Corporate Social Responsibility (FTSL – CSR).

Ketua FTSL – CSR H Irwan Suryanto mengatakan, anggaran pembangunan pedestrian GGM sekitar Rp400 juta yang berasal dari beberapa perusahaan dan BUMD. Bahkan salah satu perusahaan menurutnya secara mandiri membangun tugu genteng di Jatiwangi. Selain membangun pusat-pusat kumpul masyarakat, FTSL – CSR juga membangun rutilahu dan akan membangun beberapa proyek lainnya.

“Tahun lalu hanya 7 perusahaan yang terlibat, dan tahun ini sudah ada 14 perusahaan yang bergabung. Tapi dari seluruh perusahaan yang ada di Majalengka, baru 5 persen yang peduli,” ujar Irwan.

Pengusaha bola tersebut menegaskan perusahaan jangan hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus peduli terhadap pembangunan dan pengembangan ekonomi masyarakat Majalengka. Termasuk membangun rutilahu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indobesi (Hipmi) Muhamad Afzal. Menurutnya ketentuan CSR memang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, dan sudah seharusnya lebih diutamakan oleh para pengusaha. CSR menurutnya merupakan sumbangan riil dari sektor usaha. Terkait hanya 5% perusahaan yang peduli, Afzal mengaku sangat prihatin.

“Istilahnya pengusaha ikut makan di Majalengka, harusnya ada feedback untuk masyarakat Majalengka. Sudah seharusnya pengusaha peduli ekonomi masyarakat,” ujar Afzal.

Terkait peran Hipmi, Afzal mengatakan akan terus sinergi dengan pemerintah, khususnya memperdalam pengembangan ekoagrowisata. Dia menilai saat ini perkembangan pariwisata Majalengka mulai pesat, namun belum ditangani secara maksimal. Sehingga pihaknya saat ini tengah menggali masalah dan potensi pariwisata.

Sementara Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha, yang peduli membangun infrastruktur dan ekonomi masyarakat. Dia mengharapkan, pembangunan pedestrian baik di Kadipaten, GGM dan lainnya bisa membangkitkan ekonomi, khususnya usaha kecil dan menengah. 

“Tapi saya minta harga kuliner standar, agar pembeli ramai,” imbau Karna.

Selain membangun pedestrian GGM dan Taman Raharja, pemkab juga tengah fokus membangun alun-alun dengan tema taman religi dan juga pedestrian dengan anggaran dari provinsi. Selain itu eks polres akan dibangun masjid yang memiliki ciri khas, lahan parkir, dan pusat kuliner. Termasuk menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk menata pujasera yang rencananya akan dibangun creative center.

Sedangkan yang masih dalam pembahasan adalah mengenai penataan pasar lama, agar tidak ada lahan yang mubazir. Bupati menargetkan paling lambat tahun 2021 Majalengka menjadi kota yang menarik. Pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak khususnya travel wisata untuk mendatangkan wisatawan.

“Pemkab akan terus melakukan pendekatan ke pengusaha-pengusaha karena baru 5 persen yang peduli, dan itupun yang peduli baru BUMN dan BUMD.

CSR diharapkan bisa membangun program yang monumental, dan memberdayakan masyarakat. Kami akan terus memberikan kemudahan investasi kepada pengusaha, agar mereka juga mau peduli dan bersama membangun Majalengka,” pungkas bupati. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *