Pemkab Segera Bangun TPSA Rp19 Miliar

oleh -38 views
hari peduli sampah
KELOLA SAMPAH : Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd foto bersama penerima bantuan bak sampah, seusai upacara HPSN tahun 2020, di TPA Heuleut, Selasa (25/2). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJAKENGKA – Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan upacara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020 tingkat Kabupaten Majalengka, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Heuleut, Selasa (25/2).
Upacara HPSN dengan tema Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera Majalengka Raharja, diikuti Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta jajarannya, para camat, kepala desa khususnya di Kecamatan Kadipaten, dan komunitas peduli sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus ketua penyelenggara Ir Hj Nadisha Hanna Haritztin MM mengatakan, peringatan HPSN merupakan momen stategis yang sangat berharga dalam membangun kesadaran untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang sangat kompleks. Termasuk dengan mendorong partisipasi publik dan peran aktif dari segenap pemangku kepentingan dalam pengelolaannya.
“Tujuan dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional adalah mengajak seluruh pihak mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian, untuk meningkatkan dampak positif dan peningkatan kualitas pengolahan sampah di Kabupaten Majalengka,” kata Nadisha.
Sementara Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd mengatakan, isu terbesar dalam abadi ini yang menyangkut lingkungan atau isu lingkungan adalah masalah sampah. Masalah sampah tidak hanya berskala nasional tetapi sudah menyangkut kepentingan dan masalah internasional, dan tidak akan selesai selama manusia membuang sampah.
Bupati menambahkan, mengatasi masalah sampah bukan dengan meniadakan sampah. Tetapi dengan mengubah sikap mental serta langkah-langkah strategis dari kebijakan politik mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa.
“Sebaik apapun mengelola dan menangani sampah atau sehebat apapun yang kita bangun dan kembangkan untuk mengelola sampah, apabila tidak diikuti dengan sikap mental masyarakat dalam mengelola sampah di level yang paling kecil yaitu individu, maka sampah akan tetap bertumpuk,’ ujar bupati.
Untuk mengelola sampah, tahun ini akan dibangun Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) kurang lebih 45 hektar dengan biaya Rp19 miliar. Ditambah dengan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang akan dibuka menuju areal TPA tersebut. Angka Rp19 miliar tidak hanya untuk membangun tempat pembuangan akhir, tapi juga untuk pengelolaan. Di dalamnya ada sistem pengelolaan teknologi tinggi, yang tidak hanya mengelola sampah dari wilayah Kadipaten dan sekitarnya tetapi akan menghasilkan barang yang bermanfaat setelah sampah dikelola dengan baik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, mari jaga lingkungan mulai dari diri sendiri. Bagaimana mengelola sampah agar lingkungan kita bersih dan juga hidup kita senantiasa sehat,” pungkas bupati. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *