Tak Ingin Banjir 1993 Terulang, Tanggul Cimanuk di Desa Biyawak Nyaris Jebol

oleh -57 views
petugas BBWS dan polisi pantau bantaran sungai Cimanuk1- IST
CEK TANGGUL: Petugas kepolisian Polres Majalengka bersama BBWS dan instansi terkait meninjau tanggul Cimanuk di Desa Biyawak, kemarin.

MAJALENGKA- Kondisi tanggul sungai Cimanuk mengalami abrasi dan hampir jebol di Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh. Kapolres Majalengka, AKBP Bismo didampingi Kapolsek Jatitujuh AKP Asep Supriyadi SH menyatakan, pihaknya mendapatkan laporan warga masyarakat Desa Biyawak, Asep Supriyanto terkait tanggul Cimanuk yang terletak di Blok Pamengkang, Desa Biyawak, Jatitujuh jika tanggul di kawasan itu hampir jebol karena abrasi di bantaran sungai.

“Karena itu kami lakukan pengecekan ke lokasi untuk mengantisipasi musibah banjir,” ujar Bismo, Selasa (25/2).

Dikatakan, pihaknya tidak ingin jika musibah banjir yang pernah terjadi di Desa Biyawak pada tahun 1993 terulang. Dimana pada tahun 1993, banjir merendam jalan raya dan permukiman warga.

“Berdasarkan hasil pengecekan bahwa benar kondisi tanggul sudah mulai menipis kurang dari 1 meter atau hanya satu langkah dan terancam jebol. Apabila tidak segera ditindaklanjuti, tanggul itu akan jebol dan bisa menyebabkan banjir,” jelasnya.

Tanggul yang terkena abrasi itu, kata dia, berada  di area sawah dan tidak jauh dari permukiman warga. Sehingga, lanjut dia, jika hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur, tidak menutup kemungkinan tanggul tidak sanggup menahan derasnya air Sungai Cimanuk dan akhirnya jebol.

Pengecekan kondisi tanggul dilakukan bersama pihak BBWS Rentang, Kaur umum Desa Biyawak, Asep Supriyanto,  Kanit IK Ipda Maryono, Kanit Sabhara Aiptu Ruslam dan Kasi Humas Aiptu Yuli Purnomo.

Kaur Umum Desa Biyawak Asep Supriyanto menambahkan pemdes pernah mengajukan surat kepada BBWS dan kemudian diteruskan ke pemerintah pusat. Namun perbaikan tanggul belum juga direalisasi.

“Pihak Polsek berikut pemerintah desa serta BBWS sudah berkoordinasi untuk mendorong pengajuan perbaikan tanggul kepada pihak BPBD ataupun BBWS pusat,” lanjut Asep.

Kondisi tanggul sungai Cimanuk yang hampir jebol, lanjut dia, membuat warga khawatir. Apalagi belakangan curah hujan yang mengguyur masih cukup tinggi.

“Karena kondisi tanggul hanya tinggal satu langkah atau kurang dari 1 meter. Potensi jebol ini sangat tinggi, khususnya pada tanggul yang posisinya tepat pada belokan air sungai,” tandasnya. (ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *