Warga Pasekan Indramayu Penuhi Areal Makam Keramat, Penasaran Saksikan Sumpah Pocong

oleh -1.524 views
ILUSTRASI-DUKUN-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

INDRAMAYU – Warga Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, sudah berbondong-bongdong di sekitar areal Makam Keramat Ki Buyut Sidum Pasekan, Kamis (27/2). Warga penasaran dengan rencana sumpah pocong yang dilakukan antara Sy dan Cr untuk menyelesaikan konflik.

Rencana sumpah pocong sudah mendapatkan persetujuan pihak RT maupun pemerintah desa. Sebab mediasi damai antara Sy dengan Cr gagal dilakukan.

Dua saudara sekaligus tetangga dekat itu bersikeras dengan pendirianya masing-masing. Keduanya benar-benar ngotot ingin bersumpah pocong sebagai pembuktian.

Baca juga:

Pasekan Indramayu Gempar, Warga Siap Sumpah Pocong Gara-gara Ramalan Dukun

Meski cuaca hujan deras, tapi kedua keluarga bersama sanak famili mereka pergi menuju lokasi yang disepakati, yaitu Pemakaman Umum keramat Ki Buyut Sidum. Segala perlengkapan seperti kain kafan dan sesajen sudah disiapkan sedemikian rupa.

Pihak Lebe juga sudah dihadirkan untuk mengawal sumpah pocong kedua belah pihak yang berseteru. Namun, setelah warga berkumpul ingin menyaksikan peristiwa langka tersebut, ternyata mendapat larangan keras dari pihak juru kunci Makam Ki Buyut Sidum Pasekan.

“Larangan tersebut disebabkan karena diketahui adanya ikatan keluarga yang dekat antara Sy dan Cr, sehingga tidak perlu sumpah pocong,” ungkap Akso (19), warga setempat.

Nirta (27), warga lainnya, menyayangkan ramalan dukun menjadi dasar tuduhan kepada orang lain. Terlebih urusan penyakit yang semestinya berkaitan dengan medis.

“Sekarang masih ada saja orang yang lebih percaya dukun daripada keterangan pihak medis. Sungguh sangat disayangkan,” kata dia.

Senada dikatakan Tomi (20), warga lainnya yang ikut menyaksikan. Jika ada masalah antara dua orang, terlebih lagi keluarga, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara baik-baik. Bukan dengan cara yang klenik seperti sumpah pocong.

“Ini merupakan pelajaran bagi semua warga yang sempat menyaksikan peristiwa itu, agar tidak perlu berbuat demikian,” kata Tomi.

Seperti diketahui, masyarakat desa di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, gempar. Penyebabnya, konflik antar tetangga yang berujung siap melakukan sumpah pocong dalam penyelesaiannya.

Konflik itu antara Sy (51) dengan Cr (41). Selain bertetangga, keduanya masih bersaudara. Namun, karena dipicu ramalan dukun, konflik semakin memanas.

Ramalan dukun menyebutkan, anak Cr yang mengalami sakit diduga disantet Sy. Cr yang anaknya sering mengalami sakit semakin meradang dengan ramalan dukun.

Baik yang menuduh maupun yang dituduh, ngotot dengan pendirinnya masing-masing. Cr yakin bahwa yang menyantet anak laki-lakinya adalah Sy. Sementara Sy tidak terima dengan tuduhan itu.

Karena itu, Cr lantas menantang Sy sumpah pocong. Sy yang tidak terima dituduh menyantet menyambut tantangan Cr. (jml/mgg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *