BBWSCC: Desain Embung Sudah Sesuai Rencana

oleh -68 views
dri - embung sumurkondang (10)
MASIH DIPERSOALKAN: Embung Sumurkondang yang keberadaannya masih disoal masyarakat karena dianggap tidak membantu mencegah banjir di wilayah Kecamatan Karawareng. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Desakan Pemdes Sumurkondang agar Embung Sumurkondang diperbaiki karena masih menyisakan banjir, mendapat perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane (CC). Menurut pihak BBWSCC,  desain embung sudah sesuai. Sehingga, tidak perlu lagi perbaikan.

“Desain embung sudah sesuai rencana. Termasuk spillway juga sudah sesuai,” jelas Kasi Bendungan BBWSCC, Riza kepada Radar Cirebon, kemarin (10/2)

Riza mengatakan, manfaat penanggulangan banjir oleh embung hanya untuk desa tempat embung tersebut berada, bukan desa lainnya. Terbukti, Desa  Sumurkondang tidak kebanjiran. Terkait penanggulangan banjir untuk desa lainnya di Kecamatan Karangwareng, pihaknya tengah melakukan studi.

“Di situ kan ada anak Sungai Cimanis. Nah, ini penyebab banjir di desa-desa di Kecamatan Karangwareng, sehingga perlu ada studi,” ujarnya.

Saat ditanya statemen Kuwu Sumurkondang yang akan memperbaiki embung dengan anggaran desa, Riza mengatakan embung tersebut masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor. Jadi, kalau memang ada kerusakan di luar desain yang ada, akan diperbaiki karena masih tanggung jawab kontraktor. “Nanti akan ditinjau lagi oleh PPK-nya. Menunggu air surut dulu. Karena bisa dilihat apakah ada kerusakan atau tidak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kuwu Desa Sumurkondang, Heriyanto mengatakan, pihaknya sangat kecewa, hingga saat ini BBWSCC belum juga melakukan perbaikan embung Sumurkondang. “Ya sampai sekarang masa belum ada perbaikan sama sekali oleh BBWS,” ujarnya, kemarin (10/2).

Heri mengatakan, embung Sumurkondang hanya kekurangan spillway yang kurang tinggi. Namun, dia tidak habis pikir, sampai sekarang belum bisa diperbaiki. Jangan hanya karena kurang tingginya spillway, sehingga menyebabkan embung tersebut tidak berfungsi untuk pengendalian banjir di Karangwareng.

“Anggaran bangun embung kan sampai 8 miliar. Masa gara-gara spillway yang pendek dan tidak diperbaiki, jadinya embung itu tidak bermanfaat bagi masyarakat. Kan itu sangat mubazir,” tegasnya.

Heri mengatakan, jika hingga bulan depan belum juga diperbaiki, pihaknya akan menggunakan anggaran desa untuk perbaikan embung tersebut. “Kalau BBWS tidak bisa perbaiki, ya sudah desa saja yang akan perbaiki. Daripada ada wujudnya embung, tapi tidak berasa manfaatnya kepada masyarakat,” pungkasnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *