UN Ditunda, Siswa Belajar di Rumah Selama Dua Pekan

oleh -88 views
PENCEGAHAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar konferensi pers terkait penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3). FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar

BANDUNG – Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau COVID-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan keputusan kegiatan belajar mengajar di rumah selama dua pekan. Proses belajar di rumah tersebut mulai dari Senin hingga Minggu (16-20/3).

“Kami kemarin seharian berkoordinasi dengan para sekda, para kepala daerah, terkait sekolah di rumah,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat menggelar konferensi pers perkembangan COVID-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3).

“Perbedaannya dengan yang lain, kami tidak mengumumkan kemarin, kenapa? Karena kami konsepnya bukan libur, yaitu bersekolah di rumah. Jadi, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selama dua minggu, yaitu dari besok (16/3/20) sampai dua minggu berikutnya, akan menyekolahkan anak belajar di rumah dengan kurikulum yang seharian kemarin kami siapkan,” imbuhnya.

Kurikulum yang akan diterapkan untuk kegiatan belajar di rumah, selain pelajaran yang biasa dilakukan di sekolah, adalah kurikulum tambahan tentang pendidikan COVID-19 melalui interaktif dan teknologi.

“Jadi, anak-anak di rumah itu belajar di rumah mengerjakan PR, tanya jawab via HP dengan gurunya, sehingga akhirnya anak-anak ini menjadi agen edukasi,” ucapnya.

“Jadi, saya ulangi lagi, belajar di rumah, bukan libur! Belajar di rumah selama dua minggu untuk disiplin di jam sekolah untuk belajar dengan tugas-tugas dan panduan dari guru yang sudah diatur oleh tim kurikulum yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Jabar,” tambahnya.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengapresiasi langkah para kepala daerah di Jabar, yang telah mengumumkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dipindahkan ke rumah selama dua pekan sebagai pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

“Hari ini dipertegas dengan diumumkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, sekolah dari mulai PAUD, TK, SD, SMP,  SLB, SMA/SMK atau yang dalam kewenangan kami. Kami imbau perguruan tinggi juga untuk melakukan hal yang sama. Tapi khusus anak-anak yang level sekolah, akan jadi agen edukasi,” katanya.

“Sehingga nanti hasil tugas-tugasnya selama belajar di rumah bisa dijadikan edukasi buat orang tuanya, juga buat tetangganya, dan tentu buat teman-temannya yang dalam jaringan media sosial,” imbuhnya.

Kegiatan Ujian Nasional (UN) sekolah menengah kejuruan yang sedianya dimulai hari Senin, tanggal 16 Maret 2020, maupun kegiatan ujian sekolah, juga ditunda untuk sementara waktu. “Batas waktu penundaan ini dilaksanakan sampai dengan waktu yang ditentukan,” kata Kang Emil.

Terkait instruksi ini, pihak Dinas Pendidikan Jabar mengeluarkan Surat Edaran No 443/3276 – Set.Disdik, tanggal 13 Maret 2020 yang ditujukan kepada seluruh kepala cabang dinas pendidikan wilayah I-XIII Dinas Pendidikan Jabar, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, juga kepala sekolah se-Jabar.

Untuk kegiatan KBM dari rumah, para guru dan tenaga kependidikan akan memberi tugas belajar kepada peserta didik. Pihak cabang dinas pendidikan dan dinas pendidikan kabupaten kota akan memberikan pengawasan agar hal ini bisa berjalan baik.

Pihak cabang dinas pendidikan dan dinas pendidikan kabupaten/kota juga supaya menginformasikan kepada orang tua siswa agar mereka dapat memastikan anak-anaknya melaksanakan tugas belajar di rumah. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *